Share

Monchengladbach vs Leverkusen, Rose Kecewa Lihat Penampilan Die Fohlen

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 23:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 51 2218956 monchengladbach-vs-leverkusen-rose-kecewa-lihat-penampilan-die-fohlen-xiTtlLNhh5.jpg Borussia Monchengladbach tampil mengecewakan saat menjamu Bayer Leverkusen (Foto: Twitter/@borussia_en)

MONCHENGLADBACH – Pelatih Borussia Monchengladbach, Marco Rose, kecewa berat dengan kekalahan 1-3 dari Bayer Leverkusen pada pekan 27 Liga Jerman 2019-2020, Sabtu 23 Mei malam WIB. Hasil negatif tersebut membuat kesebelasan asuhannya terancam terlempar dari posisi empat besar.

Pertandingan di Stadion Borussia Park tersebut sangat berarti untuk kedua klub. Sebab, Bayer Leverkusen dan Borussia Monchengladbach sama-sama membidik satu tempat di empat besar guna lolos ke fase grup Liga Champions 2020-2021.

Baca juga: Monchengladbach vs Leverkusen, Kai Havertz Merasa Kian Tajam

Kai Havertz mencetak gol lewat titik putih (Foto: Bayer Leverkusen)

Meski bertindak sebagai tim tamu, Die Werkself langsung tampil menggebrak sejak awal laga. Hasilnya, Kai Havertz membawa Leverkusen memimpin pada menit ketujuh. Tuan rumah baru bisa membalas pada menit 52 lewat Marcus Thuram. Sayangnya, gol kedua Havertz lewat titik penalti pada menit 58 serta Sven Bender pada menit 81 membuat skor menjadi 1-3 untuk anak asuh Peter Bosz.

Marco Rose mengakui anak asuhnya tidak tampil maksimal pada pertandingan tersebut. Bayer Leverksuen dinilainya pantas untuk menang karena memang lebih baik. Pria asal Jerman itu merasa kecewa karena punya harapan lebih dari laga tersebut.

“Ini adalah kekalahan yang mengecewakan karena kami memasuki laga tersebut dengan harapan berbeda. Leverkusen adalah tim yang lebih baik. Mereka lebih sering mengontrol bola dan menampilkan permainan yang simpel,” sesal Marco Rose, sebagaimana dilansir dari situs resmi klub, Sabtu (24/5/2020).

“Kecepatan mereka saat menyerang benar-benar melukai kami. Mereka bahkan memenangi lebih banyak tekel dan bola liar. Kami tidak menekan cukup kuat pada sepertiga akhir serta kurang kreatif guna melukai Leverkusen,” pungkas pelatih berusia 43 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini