nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gampang Kebobolan, Courtois Kritisi Cara Pemain Madrid Bertahan

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 19:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 261 2106979 gampang-kebobolan-courtois-kritisi-cara-pemain-madrid-bertahan-pDfY3C1RI8.jpg Thibaut Courtois (Foto: UEFA)

MADRID – Kekalahan 0-3 yang didapat Real Madrid dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga perdana Grup A Liga Champions 2019-2020, nyatanya membuat kiper Los Blancos, Thibaut Courtois. Kiper berpaspor Belgia itu pasalnya menilai kalau para pemain Madrid tidak bertahan dengan baik.

Courtois sendiri sebenarnya disalahkan atas gol pertama PSG yang dilesakkan oleh Angel Di Maria. Sebab, bola sepakan Di Maria diarahkan ke sudut sempit, yang mana seharusnya bisa dihalau oleh Courtois agar tidak menerobos ke dalam gawangnya.

Baca juga: 5 Fakta Kekalahan 0-3 Real Madrid dari PSG

PSG vs Real Madrid

Kendati demikian, Courtois justru menilai kalau gol pertama tersebut disepak Di Maria dengan timing yang sangat tepat, sehingga ia kesulitan untuk bereaksi menghentikan laju bola. Sedangkan untuk gol kedua PSG, yang juga dicetak oleh Di Maria, Courtois malah mengkritisi baris pertahanan Madrid.

Menurutnya, sebelum Di Maria melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, para pemain Madrid harusnya bisa bergerak cepat untuk menutup ruang. Jika hal itu dilakukan, maka Coutois yakin bola tidak akan ditendang Di Maria dengan sempurna. Selain itu, Courtois juga mengkritisi cara bermain Madrid yang tak terkoordinir dengan baik

“Gol pertama yang dia (Di Maria) tembakkan sangat kuat ke tiang dekat dan saya tidak punya waktu untuk menggerakkan tangan saya ke sana dan yang kedua adalah tembakan yang bagus. Tetapi, kami mungkin harus sedikit lebih dekat pada bola (menutup ruang tembak) untuk tidak membiarkan itu terjadi,” ujar Courtois, mengutip dari Metro, Kamis (19/9/2019).

PSG vs Real Madrid

“Saya pikir kami harus menjadi lebih baik untuk tidak kebobolan gol. Saya pikir terkadang kami kebobolan gol terlalu mudah. Secara umum, kami bertahan dengan 11 pemain dan menyerang dengan 11 pemain dan kami harus melakukan itu di sepanjang pertandingan, selama 90 menit, dan pada level ini jika selama satu detik Anda tidak ada (di pos masing-masing), mereka bisa mencetak gol, dan saya pikir itulah yang kami harus perbaiki," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini