nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Kekalahan 0-3 Real Madrid dari PSG

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 16:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 261 2106880 5-fakta-kekalahan-0-3-real-madrid-dari-psg-0racnYsHv6.jpg PSG vs Real Madrid (Foo: UEFA)

REAL Madrid mengalami kekalahan telak dengan skor 0-3 kala bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga perdana babak penyisihan Grup A Liga Champions 2019-2020. Luar biasanya, PSG mampu mengalahkan Madrid meski tanpa diperkuat sejumlah pemain utama mereka, seperti Kylian Mbappe dan Neymar da Silva.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes tersebut, PSG benar-benar mendominasi jalannya permainan. Pasalnya, sepanjang pertandingan berlangsung, Madrid tak mampu melepaskan satu pun shot on target. Berikut ini adalah lima fakta kekalahan Los Blancos dari Les Parisiens menyadur dari Sportskeeda:

5. Real Madrid Menjadi Bayangan Diri Mereka yang Sebelumnya

Starting XI Real Madrid vs PSG

Bersama Zinedine Zidane, Real Madrid pernah merasakan kejayaan menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun, yakni dalam medio 2016-2018. Sayangnya, pada laga melawan PSG semalam, Los Blancos justru tak mampu menampilkan performa terbaiknya.

Dalam pertandingan tersebut, Madrid sebenarnya menurunkan enam pemain yang pernah terlibat dalam tiga laga final Los Blancos di Liga Champions. Akan tetapi, performa keenam pemain tersebut malah jauh dari kata memuaskan.

Salah satunya adalah Toni Kroos yang selama ini dikenal sebagai deep-lying playmaker. Namun semalam, Kroos tak mampu memberikan umpan-umpan akurat dan bola malah jatuh dengan mudah ke kaki pemain PSG. Begitu pun dengan Karim Benzema yang hampir di sepanjang pertandingan tak memberikan kontribusi berarti dan malah menjadi seperti penonton.

4. Gelandang PSG Tampil Trengginas

Marquinhos vs Casemiro

Dalam pertandingan semalam, Pelatih PSG, Thomas Tuchel, menurunkan Marco Verratti, Marquinhos, dan Idrissa Gueye di lini tengah. Luar biasanya, ketiga pemain tersebut tampil saling melengkapi satu sama lain. Seperti misalnya Marquinhos yang kerap memberikan umpan-umpan silang untuk membongkar pertahanan Los Blancos.

Sementara itu, Verratti selalu mencari-cari peluang, menemukan ruang, untuk mengirimkan bola kepada barisan penyerang. Sedangkan Gueye, mampu tampil solid menjaga area dalam PSG. Meski musim lalu Gueye hanya bermain untuk Everton yang finis di posisi kedelapan Liga Inggis, namun gelandang asal Senegal itu tak terlihat gugup saat berduel dengan para pemain Madrid.

3. Real Madrid Kehilangan Sergio Ramos

Sergio Ramos

Real Madrid sejatinya tidak diperkuat oleh sang kapten, Sergio Ramos, pada laga melawan PSG semalam. Pasalnya, pada babak 16 besar Liga Champions musim lalu, Ramos mendapat kartu kuning saat melawan Ajax dan harus absen di dua pertandingan.

Posisi Ramos pun digantikan oleh rekrutan anyar Madrid, Eder Militao. Sayangnya, Militao tampil kurang memuaskan. Gol pertama PSG bisa dibilang adalah kesalahan Militao karena tak menutup ruang tembak Angel Di Maria ke tiang dekat. Selain itu, absennya Ramos juga membuat lini pertahanan Madrid tidak terkoordinir dengan baik.

2. Angel Di Maria Pemilik Nomor 11 yang Lebih Baik

Angel Di Maria

Winger PSG, Angel Di Maria, tampil sebagai bintang dalam pertandingan semalam lantaran mampu mencetak dua gol. Kondisi tersebut membuat Di Maria mampu membuktikan diri bahwa dirinya adalah pemilik nomor 11 yang lebih baik ketimbang winger Madrid, Gareth Bale.

Kontribusi yang diberikan Di Maria dalam laga tersebut sangat terasa. Selain membukukan gol dengan finishing-nya yang klinis, winger berpaspor Argentina itu juga kerap memberikan umpan-umpan terukur yang merepotkan baris pertahanan Madrid. Gol ketiga PSG sejatinya juga tak lepas dari kecerdikan Di Maria yang mengirimkan bola sehingga menempatkan Meunier pada posisi 2 vs 1 bersama dengan Bernat.

1. Eden Hazard Kurang Menggigit

Eden Hazard vs PSG

Laga kontra PSG sejatinya menjadi pertandingan perdana Eden Hazard untuk Real Madrid di Liga Champions. Sayangnya, meski tampil sebagai starter, Hazard tak bisa menampilkan performa yang brilian. Kapten Timnas Belgia itu nampak belum terkoneksi secara baik dengan dua penyerang Madrid lainnya, Karim Benzema dan Gareth Bale.

Setiap kali memegang bola, Hazard nampak banyak melakukan pertimbangan, apakah akan mengoper pendek, memberi umpan silang, atau tetap menggiringnya sendiri. Tak ayal, kondisi tersebut membuat baris pertahanan PSG kembali ke posnya masing-masing dan menutup celah serangan Madrid.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini