Patut disayangkan, ke-11 trofi itu dimenangkan Allegri di kompetisi domestic. Kekurangan Allegri ialah ia tidak mampu membawa Juventus meraih trofi Liga Champions. Kegagalan di Liga Champions itu juga yang disinyalir membuat Juventus dan Allegri harus berpisah pada akhir musim ini. Akan tetapi, Agnelli menilai kegagalan itu tak menghapus catatan emas Allegri bersama Juventus.

“Kami di sini untuk merayakan Massimiliano Allegri. Sejak kedatangannya, kami berbicara tentang lima tahun kesuksesan dari gelar ke-30. Dia (Allegri) melakukannya sendiri. Sejak Mei 2013, saya merasa bahwa Allegri akan menjadi pelatih masa depan Juventus. Kami harus menunggu 14 bulan, ketika di antara penolakan, ia menerima tugas itu,” ujar Agnelli, seperti yang dikutip dari laman resmi Juventus, Minggu (19/5/2019).
“Untuk mengambil alih Juventus pada 16 Juli (2014) dan membuat mereka menang, inilah atribut yang diperlukan. Kami telah melewati lima tahun ini dengan banyak penghargaan, kasih sayang, imbang, kalah, tetapi yang terpenting adalah banyak kemenangan. Saya memiliki kenangan indah pribadi dan olahraga yang mengikat saya kepadanya,” pungkasnya.
(Andika Pratama)