SASSUOLO – Juventus harus menelan pil pahit saat bertandang ke Stadion Mapei setelah takluk secara dramatis dengan skor 2-3 dari Sassuolo, pada Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan di matchday keempat Liga Italia 2026-2027 tersebut terasa sangat menyesakkan bagi pelatih Luciano Spalletti, mengingat lini belakang Juventusyang biasanya kukuh justru harus kebobolan tiga gol sekaligus dalam satu laga.
Padahal, Bianconeri sempat menunjukkan mental juang tinggi dengan dua kali menyamakan kedudukan berkat aksi gemilang Edon Zhegrova. Masuk dari bangku cadangan, pemain asal Kosovo tersebut sukses mencetak gol perdana berseragam Juventus dan menghidupkan asa timnya.
Namun, drama di pengujung laga pecah ketika mantan pemain Juventus yang sedang dipinjamkan, Vasilije Adzic, sukses mencetak gol kemenangan bagi Sassuolo di detik-detik akhir. Gol tersebut melengkapi derita La Vecchia Signora setelah sebelumnya kebobolan lewat aksi Sebastiano Esposito dan Kieron Bowie.
Selepas pertandingan, Spalletti tidak menutup-nutupi kekecewaannya atas hasil minor yang didapat tim asuhannya. Ia dengan jujur mengakui bahwa kekalahan ini lahir dari kesalahan taktis para pemainnya sendiri yang terlalu bernafsu memburu kemenangan.
Pelatih asal Italia itu menjelaskan Juventus kehilangan keseimbangan karena terlalu banyak pemain yang maju menyerang di menit-menit akhir pertandingan. Keinginan kuat untuk mencuri tiga poin justru meninggalkan celah besar di lini pertahanan.
"Ini menyakitkan karena tim sebenarnya bisa memenangkannya di akhir, dan pantas membalikkan keadaan, tetapi jelas kami kehilangan keseimbangan dan itu tidak boleh terjadi," ungkap Spalletti kepada DAZN Italia, dikutip dari Football Italia, Senin (14/9/2026).
"Dengan delapan pemain maju menyerang bola, itu meninggalkan celah besar di lini belakang. Namun, kami memiliki peluang untuk menang 2-2 atau 3-2 lebih awal, jadi para pemain berpikir mereka bisa memenangkannya, dan saya yang mendorong mereka untuk maju,” tambahnya.