JAKARTA - Real Madrid akan menjamu Inter Milan pada pertandingan Liga Champions 2026-2027. Ini menjadi laga big match yang mempertemukan klub raksasa Spanyol dan Italia.
Duel Real Madrid melawan Inter Milan bakal tersaji di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari. Ini akan menjadi duel antara "guru" dan "murid".
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, pernah menangani Inter Milan saat Nerrazuri berhasil meraih treble winner pada 2009-2010. Saat itu, Cristian Chivu menjadi salah satu sosok penting dalam skuad Inter Milan.
Kini, Cristian Chivu menangani Inter Milan. Pertandingan antara Real Madrid vs Inter Milan ini layaknya duel guru dan murid.
Jose Mourinho mengaskan, setiap pertandingan di Liga Champions ada laga penting. Ia pun ingin anak asuhnya bermain bagus dan menang.
"Ini hanyalah pertandingan biasa, meskipun setelahnya situasinya akan berbeda. Di Inter, mereka tentu menganggap saya sebagai teman. Sebelum dan sesudah pertandingan, ya; namun saat pertandingan berlangsung, saya rasa mereka tidak akan melihat saya sebagai teman selama saya menjadi pelatih Real Madrid," ujarnya, melansir laman Real Madrid, Selasa (8/9/2026).
"Saya ingin menang, dan tidak ada waktu untuk memikirkan kenangan masa lalu yang indah itu. Chivu adalah bagian dari diri saya, tim itu adalah bagian dari diri saya, dan akan selalu demikian. Saya sangat menyayanginya dan senang melihat kariernya berjalan lancar. Senang rasanya bisa memeluknya sebelum dan sesudah pertandingan, namun tidak saat pertandingan sedang berlangsung," tuturnya.
Sementara itu, Chivu mengganggap Jose Mourinho sebagai sosok istimewa.
"Saya bertemu dengannya adalah sebuah keberuntungan. Dia membantu saya melewati masa-masa tersulit dalam hidup saya. Saya tidak akan pernah melupakan hal itu," melansir Football Italia.
Terlepas dari hubungan dekatnya dengan Mourinho, Chivu menepis anggapan mantan pelatih Real Madrid itu secara langsung membentuk filosofi taktisnya.
"Saya tidak pernah meniru siapa pun," jelasnya.
"Saya memiliki gagasan sepak bola sendiri, yang terbentuk saat saya masih menjadi pemain dan selama bertahun-tahun di sektor pembinaan pemain muda. Saya memiliki kesempatan untuk bereksperimen dengan hal-hal yang kini sangat membantu saya," ucapnya.
Inter akan menghadapi tantangan berat di Madrid, mengingat Nerazzurri belum pernah menang di Bernabéu selama enam dekade terakhir. Chivu menyadari betapa sulitnya laga ini. Namun, ia tidak ingin timnya meninggalkan prinsip-prinsip permainan mereka.
"Bermain di Bernabéu tidak pernah mudah bagi siapa pun. Sudah 60 tahun sejak Inter terakhir kali menang di sini," ujarnya.
"Banyak tim kesulitan untuk menang di sini. Kami akan berusaha sebaik mungkin, tanpa mengubah jati diri kami. Kami ingin mendominasi permainan, kami ingin menunjukkan bahwa kami telah berkembang, dan tidak ada cara yang sempurna untuk menghadapi Real Madrid," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)