JAKARTA – Manajer Borneo FC, Dandri Dauri menegaskan timnya akan mengalihkan fokus utama ke ajang Super League 2026-2027 dibandingkan harus membagi konsentrasi penuh ke kompetisi tingkat Asia. Hal itu dilakukan karena Dandri mau Borneo FC mengamankan posisi di papan atas klasemen domestik.
Borneo FC dipastikan tampil di empat kompetisi, yakni Super League, League Cup, ASEAN Club Championship (ACC), dan AFC Challenge League (ACGL). Pada ACGL 2026-2027, Borneo FC ditunjuk menjadi tuan rumah Grup D yang akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 18-24 Oktober 2026.
Pada Grup D, Pesut Etam akan bersaing dengan One Taguig FC (Filipina), Tainan City FC (Taiwan). Satu kontestan lainnya adalah pemenang play-off antara Yangon United (Myanmar) dengan Ezra FC (Laos).
Melihat padatnya jadwal, Dandri pun mau Borneo FC lebih mementingkan Super League karena ada sistem degradasi. Ia merasa akan menjadi masalah jika Borneo FC sukses di Asia, tapi malah melempem di Super League.
"Jadi gini, empat kompetisi itu sering menjadi pertanyaan, kami lebih bagus fokus di Liga Indonesia. Kenapa? Karena ada degradasinya," kata Dandri di Jakarta, dikutip Rabu (2/9/2026).
"Kami sukses di Asia, tapi kita tidak sukses di lokalnya, itu kacau nih! Ya, karena ada degradasi nih. Ini yang menjadi peringatan bagi kita," tambahnya.