SAMARINDA – Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, memilih untuk sepenuhnya menyerahkan target prestasi klub berjuluk Pesut Etam pada musim 2026-2027 ini kepada ketetapan Tuhan. Meski demikian, jajaran manajemen dipastikan akan mengerahkan segala upaya maksimal agar penampilan tim dapat melampaui pencapaian kompetisi sebelumnya.
Borneo FC selama tiga musim terakhir konsisten mengamankan posisi di papan atas klasemen Liga Indonesia. Klub asal Samarinda ini sempat menduduki peringkat puncak pada fase liga musim 2023-2024 sebelum format kompetisi berubah.
Pada masa itu, kompetisi menggunakan format liga dan championship series, di mana Persib Bandung keluar sebagai juara setelah menaklukkan Madura United. Memasuki musim berikutnya, Borneo FC harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir dengan raihan 56 poin.
Tren performa Pesut Etam kembali menanjak pada musim 2025-2026 saat mereka sukses menyabet status sebagai runner-up. Menariknya, mereka mengoleksi total 79 poin yang sama persis dengan sang juara Persib, namun harus rela kehilangan takhta akibat kalah dalam produktivitas selisih gol.
Konsistensi luar biasa tersebut lantas memunculkan prediksi tinggi menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Kendati demikian, Dandri Dauri menegaskan bahwa pihaknya enggan jemawa dan memilih untuk bersandar sepenuhnya pada kekuasaan Sang Pencipta.
"Seiring apa yang dimau Tuhan aja. Kan selalu saya katakan, saya bekerja sama dengan Allah, tentu dengan usaha yang ada," kata Dandri kepada awak media, termasuk Okezone di Senayan, Jakarta pada Selasa (1/9/2026).
Kesuksesan luar biasa musim lalu diakui Dandri memberikan tantangan tersendiri sekaligus motivasi ekstra bagi skuad asuhannya. Ia berharap energi positif dari masyarakat Samarinda dan pendukung sepak bola Indonesia bisa kembali terulang musim ini.
"Maka kalau hasil kemarin itu memang, ya menjadi beban saya hari ini adalah bisakah saya mengulang 11 kali kemenangan? Bisakah saya mendapatkan lagi kalimat-kalimat, 'Oh Borneo habis bensin' akhirnya saya singgah nih beli Pertamax Turbo," tutur Dandri.
"Nah inilah yang mau ingin saya kembali dapatkan di tahun ini agar motivasi itu bukan hanya datang dari warga Samarinda, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia-lah," tambahnya.
Selain fokus menatap ketatnya persaingan di Super League, Borneo FC musim ini juga dihadapkan pada jadwal padat di tiga ajang berbeda. Klub kebanggaan warga Samarinda ini didapuk sebagai tuan rumah Grup D AFC Challenge League (ACGL), serta ambil bagian di League Cup dan ASEAN Club Championship (ACC) 2026-2027.
Meski harus membagi konsentrasi ke kancah internasional, Dandri menegaskan bahwa prioritas utama klub tetap berada di kompetisi domestik demi menghindari ancaman degradasi.
"Jadi gini, empat kompetisi itu sering menjadi pertanyaan kawan-kawan. Saya lebih bagus fokus di Liga Indonesia. Kenapa? Karena ada degradasinya. Kita sukses di Asia tapi kita tidak sukses di lokalnya, itu kacau nih," ungkap Dandri.
"Ya, karena ada degradasi nih. Ini yang menjadi warning bagi kita. Ya mudah-mudahan kalau ada rezekinya sama-sama bareng ya bismillah, kan begitu saja. Karena kami pada prinsipnya berusaha lebih baik daripada tahun kemarin," tukasnya.
(Rivan Nasri Rachman)