CHRISTOPHE Nduwarugira resmi menjadi bagian dari PSS Sleman untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2027. Bek tengah asal Burundi itu menyebut sosok pelatih Pieter Huistra menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusannya bergabung.
Kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi membuat klub berjuluk Super Elang Jawa tersebut aktif membangun kekuatan baru pada pramusim. Sejumlah pemain kemudian dikaitkan dengan PSS Sleman, termasuk Nduwarugira yang akhirnya memastikan bergabung dengan tim.
Kepastian tersebut sebelumnya sempat belum jelas karena muncul berbagai spekulasi mengenai masa depan pemain tersebut. Namun, Nduwarugira akhirnya resmi bergabung dan mulai menjalani latihan bersama skuad PSS Sleman.
Nduwarugira mengaku langsung merasakan suasana positif setelah bergabung dengan tim. Ia sempat absen selama 10 hari karena harus terbang ke Singapura untuk menyelesaikan proses KITAS.
“Untuk saat ini saya merasa baik. Saya merasakan suasana yang sangat positif bersama tim. Kami memiliki tim yang bagus. Setelah sempat absen selama 10 hari, kini saya kembali berlatih bersama tim. Saya merasa baik dan senang bisa berada di sini,” kata Christophe Nduwarugira, Okezone mengutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Jumat (21/8/2026).
Keputusan Nduwarugira bergabung dengan PSS cukup menarik karena dirinya merupakan salah satu bek yang tampil bersama Borneo FC pada Super League 2025-2026. Pengalaman tersebut membuatnya sudah memiliki pemahaman terhadap atmosfer kompetisi sepakbola Indonesia.
Selain itu, Nduwarugira memiliki hubungan baik dengan sejumlah staf PSS yang sebelumnya pernah bekerja bersamanya di Borneo FC. Faktor tersebut turut membuat pemain asal Burundi itu merasa lebih yakin untuk memilih PSS.
“Menurut saya, PSS Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Itu yang membuat saya memilih datang ke sini. Saya juga memiliki hubungan baik dengan beberapa staf yang pernah bekerja bersama saya. Karena itu, saya merasa keputusan bergabung dengan Sleman merupakan pilihan yang tepat,” tutur Nduwarugira.
Sosok Pieter Huistra juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Nduwarugira sebelum menentukan masa depannya. Keduanya memiliki hubungan yang baik sehingga proses pengambilan keputusan untuk bergabung dengan PSS Sleman menjadi lebih mudah.
“Kini saya sudah berada di sini dan memiliki hubungan yang baik dengannya. Mungkin hal itu menjadi salah satu pertimbangan saya memilih Sleman. Apalagi, Sleman merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Dengan hubungan baik bersama pelatih, bagi saya keputusan ini menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Meski demikian, Nduwarugira menegaskan Pieter Huistra bukan satu-satunya alasan dirinya memilih PSS Sleman. Menurutnya, kualitas tim dan hubungan baik dengan beberapa staf juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah berikutnya.
Kini, Nduwarugira akan berusaha beradaptasi dengan skuad PSS menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Kehadirannya diharapkan dapat menambah kekuatan lini belakang Super Elang Jawa setelah kembali ke kompetisi kasta tertinggi.
(Ramdani Bur)