Kemenangan ini bukan sekadar trofi biasa bagi Aston Villa.
Gelar ini merupakan trofi Eropa ketiga mereka setelah Piala Champions UEFA 1982 dan Piala Intertoto 2001, mengakhiri penantian panjang 44 tahun di pentas Eropa.
Sementara bagi pelatih Unai Emery, ini adalah pencapaian yang semakin mempertegas statusnya sebagai legenda kompetisi ini.
Ya, juru taktik berusia 55 tahun itu kini sudah mengoleksi lima gelar Liga Europa bersama tiga klub berbeda, setelah sebelumnya menang bersama klub La Liga Spanyol, Sevilla tiga kali dan Villarreal sekali.
Kemenangan Aston Villa di Istanbul ini bukan hanya milik para pemain dan staf pelatih, ini milik seluruh penggemar The Villans di seluruh dunia, termasuk seorang Pangeran yang menangis haru di tribun Tupras Stadium.
(Dian AF)