MANTAN pemain Persebaya Surabaya asal Belanda, Arsenio Valpoort, mengatakan Indonesia sebagai negara miskin yang gila sepakbola. Pendapat ini dilontarkan eks pemain SC Heerenveen setelah berkarier di paruh kedua musim Liga 1 2021-2022.
Saat itu, Arsenio Valpoort membela Persebaya Surabaya. Dari 11 pertandingan bersama skuad Bajul Ijo -julukan Persebaya Surabaya, winger kiri bertinggi 183 sentimeter ini mengemas satu gol.
Meski mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki banyak uang, Arsenio Valpoort salut dengan suporter sepakbola Tanah Air. Arsenio Valpoort melihat suporter mati-matian demi menyaksikan pertandingan sepakbola di tribun stadion.
“Indonesia adalah negara miskin. Sepakbola adalah satu-satunya yang dimiliki orang-orang,” kata Arsenio Valpoort kepada Algemeen Dagblad, Okezone mengutip dari @perspectivefootball_id.
“Mereka (suporter di Indonesia) tidak punya banyak uang. Tetapi, jika bisa, mereka akan membeli tiket untuk pertandingan, itulah yang terpenting,” lanjut Arsenio Valpoort.
Arsenio Valpoort juga takjub dengan antusiasme suporter di Indonesia. Ia tidak mendapatkan atmosfer gila di Indonesia ketika berkarier di Belanda ataupun Hungaria.
“Saya disambut hangat para penggemar. Para pemain adalah pahlawan mereka. Kami diperlakukan seperti bintang,” cerita Arsenio Valpoort.
“Itu sulit dipahami seorang anak biasa dari Amsterdam yang datang ke Indonesia untuk bermain sepakbola. Setelah latihan, kami harus dikawal keluar stadion oleh polisi. Ketika kami pergi ke pertandingan, ribuan orang berkendara di belakang bus,” kenang Arsenio Valpoort.
Mengutip dari Transfermarkt, Arsenio Valpoort saat ini merumput bersama klub amatir asal Belanda, VV Unicum. Menarik menanti karier Arsenio Valpoort ke depan.
(Ramdani Bur)