“Sepakbola adalah hal yang sangat serius. Lihat berapa banyak orang yang terlibat di dalamnya. Jadi, tidak bisa bermain di rumah sendiri melawan tim tertentu itu sangat aneh," tukas pria berusia 5 tahun itu.
Souza mencurahkan isi hatinya dengan mengatakan pemindahan venue ini sangat berdampak bagi Persija. Seharusnya, operator kompetisi bisa menjamin pertandingan adil untuk semua tim.
"Jika dalam tujuh tahun kami tidak bisa menyusun strategi agar bisa bermain di Jakarta melawan Bandung, saya merasa sedih dan tidak setuju dengan ini," tutur Souza.
"Kami harus bermain di kandang, di stadion kami, di depan penonton kami. Sesuatu harus dilakukan. Tidak mungkin kami tidak bisa mengelola satu pertandingan besar seperti itu," tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)