SITUASI memanas di internal PSBS Biak jelang laga kontra Dewa United dalam lanjutan Super League 2025-2026. Para pemain mengancam mogok latihan hingga menolak bertanding jika manajemen belum melunasi tunggakan gaji selama empat bulan.
Ancaman tersebut muncul setelah para pemain menggelar pertemuan bersama manajer tim, staf ofisial, dan pelatih pada Selasa 5 Mei 2026 malam WIB. Dalam pertemuan itu, seluruh pihak disebut sepakat meminta manajemen segera menyelesaikan hak-hak pemain.

Pemain senior, Nelson Alom, menegaskan rekan-rekannya tidak ingin tampil melawan Dewa United sebelum tunggakan gaji dibayarkan. Ia menyebut kondisi ini sudah menjadi keputusan bersama di internal tim.
"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata Nelson dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (7/5/2026).
Pemain asal Papua itu juga meminta manajemen memprioritaskan pembayaran gaji pemain apabila dana klub sudah tersedia. Menurutnya, kebutuhan pemain harus menjadi perhatian utama sebelum digunakan untuk kepentingan lain.
"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain," tegas Nelson.
Tak hanya mengancam absen saat pertandingan, para pemain juga disebut menolak menjalani latihan maupun latihan resmi. Keputusan itu akan dilakukan apabila hingga hari ini, Kamis (7/5/2026), manajemen belum memberikan kepastian pembayaran.
Selain persoalan gaji, Nelson turut menyinggung keberadaan pelatih Marian Mihail di tim. Pria berusia 34 tahun itu menyatakan para pemain tidak menginginkan sang pelatih kembali menangani skuad PSBS.
"Kami juga tidak mau Coach Mihail kembali," jelas Nelson.