“Liga memiliki keinginan agar laga digelar di daerahnya masing-masing tapi seperti teman-teman ketahui, bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada keinginan aspek sepakbola,” sambungnya.
Mantan petinggi Persija Jakarta itu mengakui sejumlah opsi sempat dipertimbangkan, termasuk menggelar laga di stadion lain di Pulau Jawa. Bali juga sempat dipikirkan tapi situasi lagi-lagi tidak memungkinkan.
“Karena di Jakarta ini kota metropolitan, beberapa tempat kami carikan solusi di Jawa di stadion-stadion yang lain. Tapi memang situasinya memang masih belum terlalu baik. Jadi, liga memutuskan digelar di Samarinda,” tukas FP.
“Semula kami merencanakan digelar di Bali tapi Bali (United) bertanding tanggal 11 (Mei). Di Kalimantan Timur tidak ada pertandingan lain. Tetap dengan penonton, sesuai dengan standar kapasitas yang di sana. Ya, Stadion Segiri. Suporter tamu tetap dilarang,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)