Saat ditanya mengenai kemungkinan keikutsertaan klub luar negeri seperti edisi sebelumnya, Erick belum memberikan kepastian. Ia menyebut kalender kompetisi global tahun ini cukup padat, termasuk adanya Piala Dunia 2026.
"Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia dan klub-klub sendiri baru selesai pertandingan klub World Cup (Piala Dunia) kemarin," ucap Erick.
"Jadi ini yang mungkin juga perlu ada pertimbangan seperti apa. Tapi ini masih kami godok lah. Mungkin mudah-mudahan Kamis sudah ada formulanya," tutup pemilik Oxford United itu.
Sementara itu, Ara memberikan apresiasi terhadap konsistensi PSSI dalam menggelar Piala Presiden setiap tahun. Ia menilai keberhasilan edisi 2025 tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Ara menegaskan kesuksesan turnamen merupakan hasil kerja kolektif berbagai elemen dalam ekosistem sepakbola nasional. Hal itu mencakup klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, hingga dukungan pemerintah dan aparat keamanan.
"Ingat, dalam sepakbola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang membantu keamanan. Dan semua itu menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol," jelas Maruarar.
(Wikanto Arungbudoyo)