“Ada harapan besar bahwa para pemain yang terkena dampak drama passportgate akan memenuhi syarat untuk bermain lagi dalam beberapa minggu ke depan, tanpa harus mematuhi aturan untuk pemain non-Uni Eropa. Cristian Willaert mengatakan hal ini di Voetbalpraat, setelah berbicara dengan orang dalam,” tulis laporan ESPN NL, Jumat (3/4/2026).
Meski masih belum pasti, tapi Willaert mengatakan solusi sedang dipertimbangkan. Di mana para pemain yang dibesarkan di Belanda menerima izin tinggal tetap. Nantinya mereka tidak memerlukan izin kerja atau, tetapi masih dapat terus bermain untuk negara-negara seperti Indonesia atau Suriname.
“ECV memimpin dalam mencari solusi dan bekerja sama erat dengan lembaga pemerintah, termasuk Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND), dalam hal ini. Ada harapan besar bahwa menemukan solusi yang tepat tidak akan memakan waktu berbulan-bulan, tetapi belum ada yang pasti,” tegas Willaert.
Masih dalam laporan yang sama, Willaert juga mengaku mendengar cerita tentang para pemain yang dibujuk dengan alasan tidak tepat untuk memilih karier internasional yang berbeda. Jika benar demikian, ia yakin hal itu akan dipertimbangkan oleh hakim apabila persoalan masuk fase gugatan.
“Perwakilan yang membujuk mereka untuk melakukan itu memberitahu mereka bahwa mereka hanya perlu segera mengajukan paspor Belanda. Sehingga mereka dapat bepergian dengan bebas di Eropa selama sepuluh tahun ke depan dan tidak akan memiliki masalah dengan izin kerja,” jelas Willaert.
“Hukum Belanda juga selalu memperhatikan kewajaran dan keadilan. Jika aturan-aturan itu benar-benar diterapkan secara ketat, para pemain, bisa dibilang, berakhir dengan upah minimum di divisi kedua sepak bola Belgia,” tambahnya.
Willaert mengkritik langkah FBO sebelumnya kepada klub. Menurutnya, alih-alih menyarankan tidak mengizinkan pemain tampil, FBO seharusnya mendukung para pemain sambil berkoordinasi dengan KNVB dan ECV.
“Anda bisa saja mengatakan bahwa Anda mendukung pernyataan kelayakan yang dikeluarkan di awal musim. Saya terkejut mereka tidak melakukan itu,” tutup Willaert.
(Ramdani Bur)