"Hasil tanpa kebobolan memberikan kepercayaan diri dan membantu filosofi kami. Tim ini memiliki atmosfer spesial yang sangat saya hargai," tambahnya.
Meski secara keseluruhan tim bermain solid, sorotan juga tertuju pada Lamine Yamal. Walaupun Flick mengakui sang wonderkid tidak berada dalam performa terbaiknya sepanjang laga, efektivitas Yamal tetap menjadi pembeda lewat gol tunggalnya yang menentukan hasil akhir.
Flick menilai kemampuan Yamal untuk menyelesaikan laga di situasi sulit adalah aset berharga yang terus diasah di sesi latihan. Di sisi lain, situasi kontras dialami oleh Ferran Torres.
Penyerang bernomor punggung 7 tersebut kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor, sebuah catatan yang mulai mengkhawatirkan bagi seorang ujung tombak. Flick secara terbuka mengakui bahwa Ferran sedang mengalami krisis kepercayaan diri dan membutuhkan dukungan penuh dari staf pelatih.
"Seorang nomor 9 dinilai dari golnya. Dia tidak memiliki kepercayaan diri saat ini, tapi kami sedang mengupayakannya. Penting bagi Anda untuk mencoba segalanya. Dia memiliki dinamika yang baik, dia cepat... Dia hanya mengalami banyak ketidakberuntungan, jadi kami harus membantunya," pungkas mantan pelatih Bayern Munich tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)