ADA 2 pemain asing Malut United yang resmi menjalani proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ya, skuad berjuluk Laskar Kieraha itu tidak hanya menunjukkan taringnya di papan atas klasemen Super League, tetapi juga menjadi jembatan bagi para pemain asingnya untuk mengabdi lebih jauh kepada Indonesia.
Dua penyerang tajam asal Brasil yang kini berseragam Malut United dilaporkan tengah menempuh jalur pewarganegaraan untuk menjadi WNI seutuhnya. Lantas siapa saja mereka?
Pemain yang akrab disapa Ciro Alves ini menjadi nama pertama yang secara resmi mengajukan permohonan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara. Diketahui, Ciro telah memulai langkah resminya sejak awal Desember 2025 dengan berkonsultasi langsung kepada Kepala Kemenkumham Malut, Budi Argap Situngkir.
Eks pemain Timnas Brasil U-20 ini telah memenuhi syarat tinggal selama 5 tahun berturut-turut di Indonesia karena sudah berkarier di Tanah Air sejak tahun 2019. Ciro pun secara tegas menyatakan tidak akan memiliki kewarganegaraan ganda dan siap melepaskan paspor Brasil miliknya demi loyalitas kepada Indonesia.
Tentu kabar Ciro yang siap dinaturalisasi menjadi kabar baik mengingat kualitasnya belum pudar. Pada laga terbaru yang berlangsung 13 Februari 2026, ia menyumbang satu gol dan satu assist saat Malut United mencukur Persijap Jepara 4-0.
Menyusul jejak rekan duetnya, David da Silva kini dikabarkan memiliki hasrat serupa untuk berpindah kewarganegaraan. Striker haus gol ini memiliki motivasi besar untuk menjadi WNI, walau memang pergerakannya belum secara resmi seperti Ciro.
Berbeda dengan Ciro yang lebih fokus pada pembangunan kehidupan keluarga di Indonesia, David secara terang-terangan bermimpi mengenakan jersei Timnas Indonesia. Untuk memenuhi hasrat itu, tahun 2026 ini menjadi penanda 5 tahun kariernya di Indonesia tanpa putus, yang merupakan syarat administratif utama.
Manajemen Malut United pun melalui Asisten Manajer Asghar Saleh mendukung penuh langkah ini. Bakat besar David dan Ciro dianggap mampu meningkatkan ekosistem sepak bola nasional, bahkan diharapkan bisa menjadi pelatih di masa depan.
(Rivan Nasri Rachman)