PRESIDEN Inter Milan, Giuseppe 'Beppe' Marotta, mengutuk aksi pelemparan petasan kepada kiper Timnas Indonesia Emil Audero Mulyadi. Beppe Marotta menegaskan, tindakan itu tak mencerminkan sportivitas dalam olahraga.
Insiden buruk terjadi saat Cremonese menjamu Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Italia pada Senin 2 Februari 2026 dini hari WIB. Sebuah petasan meledak di lapangan, tepat di dekat gawang Emil Audero pada menit ke-48.
Ledakan petasan membuat Emil Audero terjatuh dan sempat mengalami gangguan pada telinganya. Petasan tersebut dilempar dari tribun suporter Inter Milan yang berstatus sebagai tim tamu.
Skuad Inter Milan kemudian bergegas menghampiri para suporternya. Setelah keadaan membaik, pertandingan berlanjut dan Emil Audero kembali bermain.
Beppe Marotta mengecam tindakan tak terpuji dari suporter Inter Milan. Pria 68 tahun itu mengatakan, perlakuan suporter Nerazzurri -julukan Inter Milan- tak mencerminkan sportivitas.
"Saya memiliki banyak pengalaman, tetapi ini adalah situasi yang belum pernah saya alami. Saya di sini untuk mengutuk tindakan yang tidak masuk akal, yang jelas-jelas tidak sportif. Olahraga memiliki nilai-nilai yang jauh berbeda dari apa yang kita lihat," kata Beppe Marotta.