"Ketika klub bermain Jumat-Minggu. Di tengah-tengahnya ada turnamen antarklub Asia yang tingkatannya ada tiga. Lalu sekarang juga ada turnamen antarklub Asia Tenggara," beber Erick.
"Jadi Piala Indonesia, silakan kalau masuk kalendernya. Tapi yang tadi, saya tidak takut dihujat karena saya percaya proses. Ini pola pikir yang sama-sama kita dudukkan. Tidak ada salah dan benar. Saya mendukung Piala Indonesia, cuma kalendernya kapan?" tanya pria berusia 54 tahun itu.
Erick juga khawatir anggaran operasional klub akan membengkak dengan adanya Piala Indonesia. Selain itu, pemulihan kondisi pemain menjadi tantangan jika semakin padatnya jadwal kompetisi.
"Saya rasa biaya logistik, pemain yang cedera. Apalagi kalau saya kepentingannya, mohon maaf, tiba-tiba pemain Timnas Indonesia cedera semua. Pengganti yang tidak ada. Talent pool kita tipis. Ini realitanya," tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)