“Beberapa kali, menonton pertandingan, saya mulai berpikir bahwa bahasa Italia saya pasti menjadi sangat buruk, karena para pemain benar-benar tidak memahami saya, karena mereka melakukan kebalikan dari apa yang saya katakan kepada mereka. Tapi mungkin itu juga akibat dari kelelahan,” sambung Jose Mourinho.
Oleh karena itu, Jose Mourinho berharap anak asuhnya mampu keluar dari situasi sulit seperti ini. Terlebih lagi, mereka Sudha kehilangan dua kunci permainan di awal musim. Kini, The Special One berharap kepada sosok Georginio Wijnaldum.
“Kami harus melewati periode sulit ini. Ketika (Henrikh) Mkhitaryan dan (Jordan) Veretout pergi di awal musim, kami merekrut (Georginio) Wijnaldum untuk menjadi orang yang bermain di tengah, untuk memberi tim ritme yang berbeda dan berbagai opsi di lini tengah. Ketika kami kehilangan dia, kami mulai memiliki lebih banyak masalah di sana,” pungkasnya.
(Dimas Khaidar)