PSSI melalui Exco Hasani Abdulgani telah mengonfirmasi bahwa ada satu pemain keturunan Indonesia yang siap dinaturalisasi. Pemain yang dimaksud adalah Shayne Pattynama yang kini bermain di Liga Norwegia bersama Viking FK.
Shayne memiliki darah Indonesia yang berasal dari ayahnya yang merupakan orang Semarang. Ia pun tampaknya ingin membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia karena sudah berkomunikasi dengan PSSI. Lantas seberapa hebat sebenarnya Shayne yang berposisi sebagai bek kiri tersebut?
Berikut 5 Kelebihan Shayne Pattynama Pemain Keturunan yang Segera Bela Timnas Indonesia:
5. Masih Berusia 23 Tahun
Shayne saat ini baru berusia 23 tahun, umur di mana banyak sepakbola sedang mengalami perkembangan. Dengan usia yang masih muda, Shayne masih memiliki potensi untuk terus meningkat.
Tentu mendapatkan pemain muda seperti Shayne akan menjadi sebuah rencana jangka panjang yang baik, terutama untuk Timnas Indonesia ke depannya.
4. Berpostur Tinggi
Shayne memiliki ukuran tubuh yang terbilang tinggi, yakni mencapai 180 cm. Dengan postru tubuh tersebut, Timnas Indonesia jelas sangat diuntungkan.
Sebab sering kali ketika menghadapi lawan-lawan yang berasal dari luar Asia Tenggara, Timnas Indonesia selalu kesulitan menghadapi lini depan lawan yang memiliki postur yang tinggi.
Kendati demikian, tinggi Shayne masih kalah dari Elkan Baggott yang mencapai 194 cm.
3. Punya Pengalaman Main di Eropa
Shayne memiliki kesempatan bermain di Eropa, salah satu tempat terbaik untuk menimba ilmu bermain sepakbola. Ia pun baru terjun ke klub senior pada 2019 silam, dengan membela Telstar di divisi kedua Liga Belanda.
Setelah itu Shayne bergabung dengan klub Norwegia, Viking FK pada musim panas 2021 kemarin. Tercatat ia sudah bermain di 26 laga bersama Viking FK pada musim lalu dan mencetak dua gol serta lima assist. Kini ia sedang mempersiapkan diri menghadapi musim yang baru, yang dimulai pada April 2022.
Sebelumnya, saat membela Telstar puin Shayne bermain baik dengan menciptakan lima gol dan lima assist dari 48 penampilan. Ia memiliki pengalaman bermain di Eropa yang jelas bisa dimanfaatkan untuk Timnas Indonesia.
2. Memiliki Kemampuan Bertahan yang Baik
Shayne bisa dipasangkan dengan Baggott jika resmi bergabung dengan Timnas Indonesia. Tentu bila itu terjadi, Timnas Indonesia akan memiliki dua bek tower karena postur tinggi mereka.
Shayne pun disebut mampu menjadi gelandang bertahan. Hal itu bisa memberikan opsi kepada Shin Tae-yong saat memainkan Shayne.
1. Menimba Ilmu di SSB Ajax dan Utrecht
Lahir di Belanda pada 11 Agustus 1998, Shayne langsung belajar sepakbola dari klub yang memiliki nama besar di negara tersebut. Mengawali Akademi Lelystad67 pada 2004, Shayne lantas pergi ke Akademi Ajax pada 2007.
Selama di Akademi Ajax, Shayne menimba ilmu hingga tiga tahun lamanya. Ia pun pindah ke Akademi Utrecht di 2010 dab bertahan sampai 2019.
Tentu adalah hal yang dapat belajar dari akademi besar seperti Ajax yang Utrech yang sudah terkenal mampu mengeluarkan banyak pemain bintang Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, Luis Suarez, hingga Zlatan Ibrahimovic.
(Rivan Nasri Rachman)