BOGOR – Pemandangan menarik tersaji di laga Persis Solo vs Sriwijaya FC di Liga 2 2021-2022. Suporter dari masing-masing klub bisa berada dalam tribun yang sama, mereka pun kompak memberi pesan perdamaian.
Ya, laga seru dan menarik tersaji dalam lanjutan babak 8 besar Liga 2 2021-2022. Laga di babak 8 besar ini pun sudah bisa ditonton oleh suporter undangan secara berkala sesuai kuota.
Hal itu pun turut terjadi di laga Persis Solo vs Sriwijaya FC yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu 19 Desember 2021 malam WIB. Dalam laga yang dimenangi Persis dengan skor 2-0 itu kedua suporter menempati masing-masing tribun, suporter Persis di Utara, suporter Sriwijaya di Selatan.
Namun terlihat, segelintir kumpulan yang menunjukkan dua warna dalam satu tribun. Ternyata, gabungan basis suporter Sriwijaya FC dan basis suporter bernama Garis Keras (GK) Sambernyawa bergabung di tribun itu.
BACA JUGA: Bisa Kembali Masuk Stadion, Fans Sriwijaya FC Girang
Meski mendukung klub berbeda, tapi mereka kompak menyanyikan chaint-chaint khas untuk mendukung klub kebanggaannya masing-masing. Ternyata, kedua pendukung sudah dari jauh-jauh hari melakukan koordinasi untuk hal semacam ini.
Bang Jali salah satu pentolan suporter garis keras Sambernyawa Persis Solo menyebut, Bogor merupakan tempat untuk membulatkan tekad mendukung klub kebanggaanya masing-masing. Ia ingin ini menjadi contoh bagi semua suporter khususnya tim di Liga 1.
"Kita sudah koordinasi dari awal dengan semua elemen suporter dari Sriwijaya FC di Palembang atau di perantauan untuk bisa satu tribun bareng,” kata Jali kepada awak media di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (20/12/2021).
“Di sini kumpul (Bogor) untuk koordinasi, biar kita aman damai mendukung klub kebanggaan kita bersama-sama. Ini sekaligus untuk bisa menjadi contoh para suporter liga 1," lanjutnya.
Sementara itu, Didik Purnomo bagian dari kelompok suporter Garis Keras sambernyawa Persis Solo aksi ini dapat menjadi awal yang baik bagi revolusi sepak bola Indonesia. Ia berharap kuota suporter ditambah agar bisa ditonton seperti dulu.
"Semoga kuota bisa ditambah dan bisa ditonton lagi, sepak bola tanpa suporter adalah ibarat sayur tanpa garam," kata Didik.
"Senang bisa menyatu bersama suporter dari semua elemen suporter Sriwijaya. Intinya kami membawa misi dari Solo, meski kita berbeda-beda nama, tapi kita punya satu tujuan sama mendukung klub kesayangan kita,” ucapnya.
(Djanti Virantika)