“Kami menyiapkan enam seri dengan dua klaster. Klaster pertama itu ada tiga seri dan klaster kedua ada tiga seri. Seri pertama kita adakan di stadion wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten,” lanjut Sudjarno.
(Suporter Persija saat memadati SUGBK sebelum pandemi Covid-19)
“Kemudian seri kedua, kita laksanakan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selanjutnya, seri ketiga kita selenggarakan di Jawa Timur. Seri keempat di Jawa Timur, seri kelima Jawa Tengah dan Yogyakarta, seri keenam di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Antara seri ada jeda, 10-14 hari,” ujar pria 59 tahun tersebut.
Ketika kompetisi Liga 1 2021-2022 berjalan inilah, PT LIB akan mengkaji untuk jalannya kompetisi musim depannya. Jika dirasa memungkinkan, bukan tak mungkin pertandingan Liga 1 2022 (kompetisi musim depan) akan dihadiri penonton, layaknya penyelenggaraan Piala Eropa 2020 dan beberapa kompetisi elite Eropa lainnya.
“Liga 1 2021-2022 berjalan sambil kita mengkaji dan mempelajari, apakah di Liga 1 2022 bisa menghadirkan penonton di stadion atau tidak. Sekadar informasi, tidak semua stadion kita dapat memenuhi standar protokol Kesehatan,” kata Sudjarno.
“Hanya beberapa stadion saja yang menggunakan single seat. Karena itu, kita akan mengkaji, kira-kira memungkinkan atau tidak untuk menggelar kompetisi dengan kehadiran penonton musim depan,” tutup mantan Kapolda Lampung tersebut.
(Ramdani Bur)