JAKARTA - Direktur Operasional PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Irjen Pol (Purn) Drs. Sudjarno, menolak adanya anak emas di kompetisi Liga 2 2021-2022. Pria 59 tahun itu mengatakan, siapa pun tim yang promosi ke Liga 1 memang merekalah yang tampil optimal di sepanjang kompetisi.
Anggapan miring muncul di kalangan pencinta sepakbola Tanah Air, setelah publik figur seperti Raffi Ahmad hingga putra Presiden Republik Indonesia, Kaesang Pangarep, mengakuisi klub Liga 2 dan kemudian mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan.
(Putra Presiden Indonesia, Kaesang Pangarep, berstatus pemilik Persis Solo)
Sejumlah anggapan muncul, Raffi Ahmad hingga Kaesang Pangarep menghampiri PSSI sebagai tanda mereka minta dianakemaskan oleh federasi. Akan tetapi, anggapan miring itu langsung dibantah Sudjarno.
Sudjarno menilai, pertemuan antara pemilik klub dan federasi merupakan hal yang biasa di sepakbola. Bahkan Presiden Joko Widodo menyambut positif banyaknya publik figur yang tertarik berinvestasi di sepakbola Tanah Air. Hal itu menunjukkan bahwa persepakbolaan di Indonesia ternyata cukup seksi.
(Raffi Ahmad (kiri) dan Atta Halilintar (kanan) saat menemui Ketum PSSI)
“Kita ambil sisi positifnya dari adanya publik figur. Klub Liga 2 ini sekarang seksi, banyak publik figur masuk ke situ. Bapak presiden melihat, banyak orang yang mulai tertarik berinvestasi di sepakbola,” kata Sudjarno dalam program Special Dialogue hasil kolaborasi Okezone dan Sportstars.id.
BACA JUGA: Liga 1 2021 Ditunda, Pelatih Persebaya: Kalau Mundurnya Beberapa Pekan Saya Kira Wajar
“Kehadiran mereka membuat kompetisi semakin menarik. Saya rasa, pertemuan pemilik klub dengan Ketum PSSI dan Menpora merupakan hal biasa. Sebab, mereka merupakan insan sepakbola yang ingin memajukan sepakbola Tanah Air” lanjut pria 59 tahun tersebut.