Setelah Gabriel Heinze, Man United meminjam Carlos Tevez dari pihak ketiga pada musim panas 2007. Eks pemain Boca Juniors itu mampu menyumbangkan dua trofi Liga Inggris dan satu Liga Champions. Sayangnya, sang pemain justru tidak mau dipermanenkan pada musim panas 2009.
Celakanya lagi, Carlos Tevez malah menyeberang ke rival sekota, Man City. Kebencian suporter Man United pun memuncak ketika The Citizens memasang baliho ‘Selamat Datang di Kota Manchester’ dengan wajah Carlos Tevez.
Tujuh tahun kemudian, Man United kembali mendatangkan pemain asal Argentina, yakni Angel di Maria yang memecahkan rekor transfer klub. Lagi-lagi, perjudian itu gagal. Di Maria hanya semusim membela Man United, tepatnya pada 2014-2015. Ia bahkan memaksa pindah pada musim panas 2015 ke Paris Saint-Germain (PSG).
Bersama di Maria, Man United membajak Marcos Rojo dari Sporting Lisbon. Namun, ia tidak menjadi pilihan utama dan kemungkinan besar dijual dalam waktu dekat. Satu pemain lain yang direkrut Man United adalah Sergio Romero.
Berbeda dengan rekan-rekan senegaranya, ia masih setia bersama Setan Merah sejak diangkut dengan gratis pada musim panas 2015. Romero bahkan rela menjadi cadangan bagi David de Gea dan selalu tampil maksimal setiap kali diturunkan.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)