Pernyataan Buffon tersebut tentunya membuat Muntari merasa kesal dan sakit hati. Terlebih karena sebelumnya ia memandang Buffon sebagai penjaga gawang yang sportif.
“Buffon dengan jelas melihat bola itu melewati garis gawang. Saya memang tidak memiliki idola dalam sepakbola. Namun saya pikir Buffon seorang juara yang mempunyai rasa sportivitas tinggi. Saya tahu jika bola sudah melewati garis gawang, tetapi dia (Buffon) juga mengetahuinya,” ujar Muntari.
Karena insiden itu, Juventus pun menjadi kampiun Liga Italia 2011-2012. Bahkan, dominasi Bianconeri terus bertahan hingga sekarang. Akan tetapi, sejak saat itu, Buffon selalu gagal untuk menjuarai Liga Champions.
Berikut adalah riwayat perjalanan Buffon di Liga Champions sejak insiden ‘Gol Hantu’ Muntari:
2012-2013: Juventus digugurkan Bayern Munich di perempatfinal
2013-2014: Juventus tersingkir di fase grup
2014-2015: Juventus dikalahkan Barcelona di partai final
2015-2016: Juventus digugurkan Bayern Munich di babak 16 besar
2016-2017: Juventus dikalahkan Real Madrid di partai final
2017-2018: Juventus digugurkan Real Madrid di perempatfinal
2018-2019: Paris Saint-Germain digugurkan Manchester United di babak 16 besar
2019-2020: Juventus digugurkan Olympique Lyon di babak 16 besar
(Mochamad Rezhatama Herdanu)