MILAN – Nama Massimiliano Allegri dan Lionel Messi santer diberitakan akan mendarat di Inter Milan dalam waktu dekat. Allegri disebut-sebut akan menggantikan posisi Antonio Conte di kursi pelatih Inter Milan.
Conte dilaporkan akan angkat kaki dari Giuseppe Meazza karena kesal dengan sikap manajemen Nerazzurri –julukan Inter. Karena itu, Allegri didekati manajemen Inter karena tercatat sebagai salah satu pelatih tersukses di Liga Italia.
(Allegri segera tangani Inter Milan)
Bagaimana dengan Messi? Dalam beberapa hari terakhir, pertanda La Pulga –julukan Messi– akan melanjutkan karier bersama Inter terlihat. Pertama, ayah Messi yakni Jorge Messi diketahui membeli rumah di Kota Milan.
Kemudian, siluet Messi muncul dalam laga promosi Inter Milan vs Napoli. Sekarang yang jadi pertanyaan, jika keduanya bergabung, akankah kombinasi Allegri-Messi akan klop?
Saat ini, Messi lebih nyaman diperankan sebagai playmaker. Sebelumnya, Messi lebih banyak berperan sebagai false nine, penyerang hingga winger kanan. Namun, seiring bertambahnya usia, Messi mulai diperankan di posisi playmaker, mengingat di posisi itu ia tak perlu banyak bergerak, layaknya saat mentas di area sayap.
BACA JUGA: 5 Calon Pengganti Conte di Inter Milan, Nomor 1 Kandidat Terkuat
Sekarang yang jadi pertanyaan, mungkinkah Allegri memainkan Messi di posisi playmaker? Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Allegri diprediksi akan menjadikan Messi sebagai pusat permainan, sehingga pola permainan akan tergantung terhadap kehadiran La Pulga.
Kebetulan ketika menangani Juventus, Allegri kerap memainkan pola 4-3-3 attacking atau biasa disebut 4-2-3-1. Biasanya dalam pola tersebut, Allegri memainkan Paulo Dybala sebagai playmaker. Karena itu, posisi Dybala nantinya akan diisi Messi.
Nantinya, Messi akan menyokong penyerang tunggal yang kemungkinan diisi Romelu Lukaku. Bagaimana dengan Lautaro Martinez? Pemain asal Argentina itu kemungkinan dioperasikan sebagai winger kiri.
Dengan kecepatan dan kemampuan tusukannya, Lautaro Martinez akan sangat menakutkan bagi pertahanan lawan. Karena itu, jika kombinasi di atas benar terealisasi, betapa berbahanya Inter Milan musim depan.
Jangankan bersaing di jalur juara Liga Italia, fans Inter bisa bermimpi tim kesayangan mereka keluar sebagai kampiun Liga Champions. Sekadar informasi, semenjak menjadi kampiun Liga Champions 2009-2010, Inter tak pernah lagi menjadi yang terbaik di ajang tersebut.
(Fetra Hariandja)