BARCELONA – Martin Braithwaite mendadak dibeli Barcelona dari Leganes, pada bursa transfer musim dingin 2020. Braithwaite diproyeksikan sebagai pengganti Ousmane Dembele yang cedera panjang. Meski datang sebagai pembelian darurat, Braithwaite tetap bangga.
Menurut Braithwaite, keberadaannya sekarang di Barcelona merupakan hasil kerja keras selama ini. Pemain berumur 29 tahun itu pun langsung merasakan perbedaan, karena statusnya sekarang sebagai pemain Barcelona. Braithwaite menilai orang-orang memandangnya berbeda sekarang.
Braithwaite merasa populeritasnya meningkat dengan membela Barcelona. Hal itu dirasakan Braithwaite setelah lebih banyak orang yang mengenalnya. Meski begitu, Braithwaite tahu bahwa itu hanyalah sisi positif di luar lapangan. Sementara itu, semua yang terjadi di lapangan tetaplah sama bagi Braithwaite.
BACA JUGA: Marotta Bujuk Lautaro Martinez Bertahan di Inter Milan
Braithwaite masih punya pekerjaan rumah untuk membuktikan dirinya di atas lapangan hijau. Pemain berpaspor Denmark itu sudah menjadi penggawa Barcelona, tetapi kemampuannya dalam pertandingan yang akan menentukan kualitasnya sebagai pesepakbola.
Kebanggaan atas populeritas yang menanjak tidak akan berarti, jika Braithwaite gagal unjuk gigi dengan seragam Barcelona. Hingga sekarang, Braithwaite baru tampil tiga kali untuk Barcelona tanpa memberikan kontribusi apa pun. Braithwaite bisa memperbaiki catatannya saat Liga Spanyol 2019-2020 kembali bergulir pada 11 Juni mendatang.
“Saya merasa sangat bangga dan menepuk punggung saya. Saya berkata pada diri saya sendiri, bahwa kerja keras itu membuahkan hasil dan itu memberi saya motivasi lebih untuk mendorong sampai batas apa yang dapat saya lakukan dalam karier saya,” ujar Braithwaite, menyadur dari Marca, Selasa (9/6/2020).
"Banyak hal berubah karena sekarang saya di klub terbesar di dunia, jadi orang-orang memandang Anda secara berbeda dan lebih mengenal Anda karena wajah saya sekarang lebih akrab. Di luar sepak bola, itu sedikit berubah, tetapi pada akhirnya, sepakbola masih sepakbola,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)