LIVERPOOL –Pesepakbola legenda Liverpool, Steven Gerrard, sempat memiliki harapan pada 2008. Saat itu, ia berharap Sheikh Mansour yang memimpin konsorsium Abu Dhabi United Group bersedia membeli Liverpool.
Sebab, dengan kehadiran Sheikh Mansour, Liverpool dipercaya bakal lebih kuat. Hal itu karena Liverpool bisa mendatangkan semua pemain yang mereka mau via kekuatan Sheikh Mansour, terlebih kala itu belum ada aturan Financial Fair Play (FFP).
(Sheikh Mansour (tengah) pemilik Man City)
Bukan tak mungkin jika Liverpool dibeli Sheikh Mansour pada musim panas 2008, Stevie G –sapaan akrab Gerrard– berkesempatan merasakan manisnya mengangkat trofi Liga Inggris, gelar yang tak kunjung didapatkannya hingga pensiun sebagai pesepakbola pada Januari 2017. Sebenarnya, Sheikh Mansour melalui sang tangan kanan, Amanda Staveley, sempat mendekati Liverpool pada awal 2008.
BACA JUGA: Sebelum Beli Man City, Sheikh Mansour Hampir Akuisisi Liverpool
Amanda bahkan menghampiri dua pemilik Liverpool saat itu, Tom Hicks dan George Gillet. Hanya saja, Hicks dan Gillet yang baru mengambil alih saham mayoritas Liverpool pada awal 2007 enggan melepasnya kepada Amanda dan Sheikh Mansour. Disinyalir, Hicks dan Gillet enggan melepas Liverpool karena belum balik modal.
Karena mendapat penolakan dari Liverpool, Sheikh Mansour beralih ke Manchester City. Per 1 September 2008, taipan asal Uni Emirat Arab itu resmi membeli Manchester City. Lewat kekuatan uangnya, Sheikh Mansour membentuk tim tangguh di Man City. Hasilnya, Man City telah meraih 14 trofi semenjak diambil alih Sheikh Mansour, dan empat gelar di antaranya merupakan gelar Liga Inggris.
“Saat kabar Abu Dhabi United mengambil alih City diumumkan pada 1 September 2008, beritanya tidak semengejutkan kehadiran Abramovich (Chelsea) dulu. Namun, saya justru dipenuhi pemikiran kelam. Kenapa mereka tidak terbang ke Liverpool dan mendarat di Anfield saja?” kata Gerrard beberapa waktu lalu.
(Fetra Hariandja)