“Saya tidak berpikir saya adalah manusia yang bermain untuk Manchester United. Ketika kami memenangkan pertandingan, ketika saya melakukan sesuatu yang baik, saya tidak senang. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang normal,” sambungnya.
“Saya selalu mengatakan bahwa (Didier) Deschamps mengajari saya menang itu penting, tetapi Ferguson mengajari saya bahwa menang itu normal. Saya ingat setelah kemenangan besar melawan Liverpool, dia hanya berkata, ‘Bagus, Nak.’ Dia tidak pernah berteriak, selain ketika kami memenangkan final Liga Champions. Itu adalah sesuatu yang normal, memenangkan Liga Inggris,” pungkas Evra.
(Ramdani Bur)