Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Declan Rice Ngamuk ke Pemain Arsenal Usai Dibantai Brighton & Hove Albion 0-3

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |02:01 WIB
Penyebab Declan Rice Ngamuk ke Pemain Arsenal Usai Dibantai Brighton & Hove Albion 0-3
Pemain Arsenal, Declan Rice. (Foto: Instagram/arsenal)
A
A
A

BRIGHTON & HOVE – Kekalahan menyakitkan harus ditelan Arsenal usai dibantai Brighton & Hove Albion dalam matchday kelima Liga Inggris 2026-2027, pada sabtu 19 September 2026. Performa buruk Skuad Meriam London di lapangan membuat sang gelandang, Declan Rice, tertangkap kamera marah besar kepada rekan-rekan setimnya sepanjang pertandingan.

Bermain di kandang lawan, Arsenal tampil di bawah tekanan sejak awal laga menghadapi Brighton yang sejatinya kehilangan sembilan pemain akibat cedera. Tiga gol kemenangan tuan rumah yang dicetak Pascal Gross, Charalampos Kostoulas, dan Chema Andres memastikan kekalahan perdana bagi tim asuhan Mikel Arteta musim ini.

Legenda Arsenal, Paul Merson, mengungkapkan rasa keprihatinannya saat memandu acara Soccer Saturday di Sky Sports News. Ia mengamati betapa frustrasinya Rice melihat performa rekan-rekannya yang tampil tanpa gairah dan seolah enggan menguasai bola.

"Declan Rice sangat marah. Dia menguasai bola, tetapi tidak ada seorang pun yang bergerak mencari ruang. Tidak ada yang mau menerima bola. Ini sangat mengecewakan dari Arsenal. Sangat mudah bermain saat semuanya berjalan lancar, tetapi hari ini situasi sedang sulit," kata Paul Merson, melansir dari Give Me Sport, Senin (21/9/2026).

Brighton vs Arsenal. (Foto: Instagram/arsenal)
Brighton vs Arsenal. (Foto: Instagram/arsenal)

1. Krisis Kepemimpinan

Merson menambahkan bahwa dalam situasi kritis seperti ini, Arsenal membutuhkan sosok pemain yang berani pasang badan dan mengambil inisiatif permainan. Namun, hal itu sama sekali tidak terlihat dari para penggawa Skuad Meriam London di sepanjang laga.

Dominasi total Brighton terlihat jelas dari catatan statistik pertandingan, di mana mereka unggul dalam jumlah tembakan 17-11 serta penciptaan peluang permainan terbuka 8-5. Meski Arsenal unggul penguasaan bola hingga 50 persen berbanding 40 persen milik Brighton, taktik pres intensitas tinggi tuan rumah sukses melumpuhkan skema permainan Arteta.

Saking frustrasinya, Rice bahkan sempat digeser untuk mengisi posisi bek kanan guna menutupi celah di lini pertahanan. Merson bahkan menilai Brighton jauh lebih berpeluang menambah gol ketimbang Arsenal yang kesulitan sekadar melepaskan tembakan ke gawang.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement