MANCHESTER – Legenda Manchester United, Patrice Evra, mengungkapkan bahwa sejak ia berseragam Setan Merah, ia jadi tak bisa terlalu bergembira dalam merayakan kemenangan. Sebab, kemenangan telah menjadi hal yang biasa di Man United.
Evra sejatinya bergabung dengan Man United pada bursa transfer musim panas 2006. Di musim perdananya, ia langsung membantu Man United menjuarai Liga Inggris. Diakui oleh Evra bahwa kala itu ia merasa sangat bahagia karena bisa mencapai hal besar.
Baca juga: FIFA Investigasi Kepindahan Bruno Fernandes ke Man United
Kendati demikian, ketika Evra memenangkan gelar-gelar berikutnya, ia tak bisa merasa sebahagia seperti saat merayakan yang pertama. Selain itu, Sir Alex Ferguson juga menanamkan filosofi bahwa meraih kemenangan adalah hal yang wajar, jadi tak perlu merayakannya secara berlebihan.
“Saya akan jujur, ketika Anda mulai memenangkan yang ketiga, keempat dan kelima, Anda merayakannya tetapi tidak dengan cara yang sama. Anda merayakan karena kamera dan barang-barang, tapi itu tidak sama. Ferguson mengajari kami semua untuk menjadi seperti robot,” beber Evra, seperti dilansir dari Goal, Kamis (7/5/2020).
“Saya tidak berpikir saya adalah manusia yang bermain untuk Manchester United. Ketika kami memenangkan pertandingan, ketika saya melakukan sesuatu yang baik, saya tidak senang. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang normal,” sambungnya.
“Saya selalu mengatakan bahwa (Didier) Deschamps mengajari saya menang itu penting, tetapi Ferguson mengajari saya bahwa menang itu normal. Saya ingat setelah kemenangan besar melawan Liverpool, dia hanya berkata, ‘Bagus, Nak.’ Dia tidak pernah berteriak, selain ketika kami memenangkan final Liga Champions. Itu adalah sesuatu yang normal, memenangkan Liga Inggris,” pungkas Evra.
(Ramdani Bur)