Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Legenda Brasil Pele Tidak Pernah Main di Klub Eropa Sepanjang Kariernya

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |04:01 WIB
Alasan Legenda Brasil Pele Tidak Pernah Main di Klub Eropa Sepanjang Kariernya
Legenda Timnas Brasil, Pele. (Foto: Instagram/gianni_infantino)
A
A
A

LEGENDA Timnas Brasil, Pele dikenal sebagai salah satu pesepakbola terhebat di dunia. Namun, fakta menariknya pemain sehebat Pele, ternyata tak pernah merasakan bermain di Eropa disepanjang kariernya.

Ya, Pele yang memutuskan pensiun pada usia 37 tahun tanpa pernah sekalipun membela klub Eropa. Padahal, saat itu pusat peta sepak bola dunia mulai bergeser ke klub-klub raksasa Eropa seperti Real Madrid, AC Milan, Inter Milan, dan Manchester United. Namun, sang pemain terbaik dunia justru menghabiskan sebagian besar kariernya di kota pelabuhan Brasil dan hanya sempat hijrah ke New York menjelang masa pensiunnya.

Alasan di balik keputusan tersebut merupakan perpaduan kompleks antara konstelasi politik, kondisi ekonomi klub, regulasi ketat batas negara di Eropa, serta keinginan pribadi sang pemain yang enggan meninggalkan tanah airnya.

1. Alasan Pele Tak Main di Eropa

Menurut laporan Give Me Sport, penjelasan yang paling populer adalah tindakan Presiden Brasil, Janio Quadros pada tahun 1961 yang menetapkan Pele sebagai "harta karun nasional" melalui undang-undang. Keputusan hukum tersebut secara resmi melarang penjualan sang bintang ke luar negeri. Meski keputusan itu nyata, banyak pihak menilai penetapan tersebut lebih bersifat simbolis politik yang kemudian berkembang menjadi legenda urban.

Faktor ekonomi dan regulasi internal klub memegang peranan jauh lebih krusial. Di bawah sistem transfer lama, Santos memegang hak registrasi pemain secara penuh sehingga Pele tidak memiliki kebebasan untuk pindah.

Pele
Pele

Selain itu, Santos menjadikan Pele sebagai aset komersial utama dengan menggelar tur eksibisi keliling dunia yang sangat menguntungkan. Pada saat bersamaan, akses menuju Eropa membentur tembok tebal sepanjang era 1960-an.

Negara-negara seperti Italia dan Spanyol menerapkan kebijakan penutupan keran transfer pemain asing, tepat di periode emas karier Pele. Di luar faktor eksternal tersebut, Pele sendiri merasa sangat bahagia berada di Santos, tempat di mana ia dipuja sebagai pahlawan nasional.

2. Godaaan Raksasa Eropa

Kendati demikian, ketertarikan klub-klub top Eropa tidak pernah surut sepanjang kariernya. Inter Milan hampir mengamankan tanda tangan Pele pada 1958, namun kontrak tersebut dibatalkan di detik-detik terakhir akibat protes keras fans Santos.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement