LONDON – Langkah berani diambil sejumlah klub dengan memotong gaji pemain mereka selama masa pandemi virus Corona Covid-19. Akan tetapi, langkah tersebut belum diikuti klub-klub di Liga Inggris 2019-2020. Desakan untuk memotong gaji pun menguat.
Juventus dan Barcelona menjadi dua klub terkemuka yang berani memotong gaji pemainnya. Hal itu dilakukan agar staf klub lain di luar sepakbola, tidak tertunda pembayaran gajinya. Namun, langkah berbeda ditempuh empat klub Liga Inggris 2019-2020.
Baca juga: Solskjaer Minta Penggemar Bersabar dan Berpartisipasi Lawan Covid-19
Tottenham Hotspur, Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City justru memotong gaji bahkan merumahkan staf non-sepakbola demi penghematan. Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) Inggris bahkan meminta anggotanya menolak pemotongan gaji yang dilakukan klub kelak.
Situasi tersebut jelas menunjukkan ketimpangan ekonomi yang terjadi di Inggris. Wali Kota London, Sadiq Khan, mendesak agar para pesepakbola kasta teratas Inggris mau memotong gajinya. Para pesepakbola harus menjadi pihak pertama yang menanggung permasalahan ekonomi, bukan staf bergaji kecil di klub.
“Para pesepakbola bergaji tinggi itu adalah pihak yang bisa menanggung beban lebih berat. Mereka harus menjadi pihak yang pertama, dengan penuh rasa hormat, mengorbankan gaji mereka, dibandingkan staf katering misalnya, atau orang-orang yang gajinya tidak mendekati gaji pesepakbola tersebut,” tutur Sadiq Khan, dilansir dari BBC, Kamis (2/4/2020).
“Orang-orang dengan bahu yang lebih lebar itu harus berkorban lebih dulu karena mereka mungkin sudah punya tabungan, dibanding staf yang bekerja di bagian makanan yang mungkin saja tidak punya tabungan serta harus hidup dari gaji mingguan,” sambung pria yang merupakan penggemar Liverpool tersebut.
(Ramdani Bur)