“Ada banyak hal yang harus terjadi sebelum kita memikirkan menggelar laga secara tertutup. Saya bulan tidak ke ide ini sekitar 3-4 pekan lalu, karena saya merasa itu membuang esensi sepakbola,” ucap Neville, seperti disadur dari Sky Sports, Rabu (25/3/2020).
“Saya juga merasa bahwa klub-klub EFL dan non-liga akan terlalu menderita dari kehilangan pendapatan di hari pertandingan dan membuat mereka dalam masalah. Pada saat ini, ide laga tertutup harus dipikirkan hanya setelah mengutamakan kesehatan,” lanjutnya.
Baca Juga: Paul Ince Meminta Dean Henderson Tak Buru-Buru Kembali ke Man United
“Akankah para penggemar muncul di luar stadion? Akankah mereka berkumpul di luar stadion kalau tim-tim yang didukung bisa promosi atau degradasi, atau kalau bisa lolos ke kompetisi Eropa? Bagaimana kita akan menghentikan itu? Bagaimana polisi menanganinya? Bagaimana layanan kesehatan bereaksi ke insiden-insiden yang terjadi setelah itu?”
“Perlukah kita menempatkan tekanan lebih ke mereka di titik ini? Meski demikian, kalau ketakutan-ketakutan itu bisa diatasi di satu titik dalam periode 12 pekan ini, maka laga-laga tertutup bisa diterapkan,” tutup pria berusia 45 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)