“Mayoritas teman-teman klub setuju lebih baik kompetisi ditunda daripada dipaksakan digelar tanpa penonton. Kalau digelar sesuai jadwal, harapannya dengan penonton. Konsekuensinya, seluruh tim tuan rumah harus menyediakan handsanitizer di pintu masuk stadion. Harus ada pemeriksaan penonton dengan ketat, bila perlu semua wajib memakai masker,” ucap Ruddy, seperti disadur dari wearemania.net, Kamis (19/3/2020).
Baca Juga: PSIS vs Arema FC, Mario Gomez Minta Jonathan Bauman Dkk Segera Bangkit
“Kami sudah berdiskusi dengan tim pelatih dan pemain Arema. Secara teknis, menurut mereka, kalau laga digelar tanpa penonton feel-nya tidak dapat. Ibaratnya melawak tidak ada yang tertawa, atau bernyanyi tapi penontonnya kosong,” sambung pria berusia 48 tahun itu.
“Dari segi manajerial, kami juga dirugikan. Sponsor juga akan mengeluh, karena tujuan mereka menyeponsori sebuah klub dengan harapan produknya dapat ditonton oleh banyak orang. Kalau tanpa penonton, kami juga kehilangan pemasukan dari tiket. Sektor itu selama ini juga menjadi sumber pendapatan Arema. Kalau tanpa penonton tentu berat,” tutupnya.
(Ramdani Bur)