MALANG - Pelatih Arema FC Milomir Seslija menyatakan hasil imbang timnya kontra Persija Jakarta berkat kedisiplinan pemain dan dukungan Aremania sepanjang pertandingan yang memadati Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Akan tetapi, Milo -panggilan Milomir- mengakui hasil imbang harus dibayar mahal lantaran kreativitas lini tengah yang monoton, sehingga dianggap kurang 'menggigit' dalam melakukan penyerangan.
"Kami kurang kreativitas, tapi sebaliknya pemain disiplin yang membuat lawan tidak dapat berkembang terutama di babak pertama," tutur Milo usai pertandingan, Minggu (24/11/2019).
BACA JUGA: Lakukan Rotasi Pemain, Arema FC Puas Imbang Kontra Persija
Ia juga mengakui ketiadaan Hendro Siswanto membuat lini tengah kurang menggigit sehingga Makan Konate seolah bekerja sendirian mendistribusikan bola dari lini belakang. "Beberapa pemain kami rotasi. Di lini tengah kami pakai dua gelandang baru," bebernya.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengapresiasi dukungan tak henti-henti dari Aremania sepanjang 90 menit yang membuat anak asuhnya termotivasi pasca tertinggal 0-1.