MANCHESTER United harus meraih hasil negatif ketika melakoni matchday kedelapan Liga Inggris musim 2019-2020. Menghadapi Newcastle United, skuad Setan Merah –julukan Man United– kalah dengan skor 0-1 dari lawannya.
Dalam pertandingan yang berlangsung di St. James’ Parks Stadium, Man United harus takluk 0-1 dari Newcastle melalui gol semata wayang dari Matthew Longstaff. Kekalahan tersebut pun membuat Man United harus puas terpaku di posisi ke-12 pada klasemen sementara Liga Inggris 2019-2020 dengan torehan 9 poin dari 8 laga yang sudah dimainkan.
Kekalahan itu juga membuat posisi Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer Man United semakin goyah. Terlebih Solskjaer sendiri setidaknya melakukan tiga kesalahan fatal yang berujung kekalahan bagi Man United pada laga tersebut.
Berikut tiga kesalahan yang dibuat Solskjaer saat Man United kalah dari Newcastle, seperti Okezone kutip dari Sportskeeda, Selasa (8/10/2019):
3. Pemilihan Pemain yang Tampil
Solskjaer mungkin memang dipusingkan dengan sejumlah fakta bahwa para pemain andalannya tidak bisa bermain di laga melawan Newcastle karena mengalami cedera macam Anthony Martial, Jesse Lingard, Paul Pogba, Aaron Wan-Bissaka, serta Eric Bailly.
Akan tetapi, Solskjaer tetap melakukan sebuah blunder dengan tetap memainkan sejumlah nama yang nyatanya kurang memberikan kontribusi terhadap permainan Man United di laga-laga sebelumnya. Marcus Rashford contohnya, ia tampil kurang tajam di beberapa terakhir tetapi tetap dapat kepercayaan bermain sejak menit awal di laga itu.
Solskjaer seharusnya lebih berani bereksperimen dengan memasukkan nama Mason Greenwood yang terbukti tampil mempesona ketika Man United menghajar Astana di matchday perdana Grup L Liga Eropa serta Piala Liga Inggris 2019-2020 kontra Rochdale AFC.
2. Pengembalikan Posisi Axel Tuanzebe ke Posisi Fullback Kanan
Axel Tuanzebe sejatinya merupakan salah satu pemain muda berpotensi yang dimiliki oleh Man United saat ini bersama Daniel James, Angel Gomes, serta Mason Greendwood. Namun Tuanzebe tampil luar biasa ketika berada di posisi aslinya, yakni fullback kanan.
Layaknya pemain muda yang lain, Tuanzebe membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa beradaptasi ketika ditempatkan bukan di posisi aslinya. Itu terbukti dengan penampilan kaku yang ditunjukkan Tuanzebe di laga kontra Newcastle.
Beberapa kali Tuanzebe tidak berada di posisi yang tepat untuk menutup ruang ketika kubu tuan rumah mendapatkan kesempatan. Bahkan gol Matthew Longstaff di laga tersebut juga terjadi karena kesalahannya yang lebih sibuk mengejar Allan Saint-Maximin dibandingkan menutup celah di pertahanan Man United.
1. Lambat Dalam Membangun Serangan
Jika di atas kertas, Man United sebenarnya jauh lebih unggul dibandingkan Newcatle. Terlebih dengan catatan buruk Newcastle sepanjang Liga Inggris 2019-2020. Ya, The Magpies –julukan Newcastle– memiliki rapor kebobolan sebanyak 13 kali dan mencetak gol hanya empat kali.
Akan tetapi, Man United sama sekali tidak memanfaatkan fakta tersebut. Mereka justru bermain sangat lambat ketika akan membangun serangan. Situasi itu membuat para pemain Newcastle dengan mudah memotong aliran serangan Man United sebelum memasuki sepertiga lapangan.
Sementara Newcastle yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri jauh lebih baik dalam membangun serangan, terutama pada babak kedua di mana terdapat beberapa celah pada pertaahanan Man United yang berhasil mereka eksploitasi.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)