MANCHESTER – Manchester United mengalami hasil yang kurang baik, setidaknya hingga delapan pertandingan Liga Inggris 2019-2020. Setelah melalui delapan pertandingan, The Red Devils –julukan Man United– baru mengoleksi 12 angka. Koleksi poin milik Man United bahkan hanya terpaut dari dua angka Everton yang menduduki posisi 18, atau batas atas tim yang terdegradasi di akhir musim.
Bisa dibilang terpuruknya Man United musim ini atas andil yang dilakukan manajemen Man United, bukan hanya kesalahan Ole Gunnar Solskjaer semata. Pada bursa transfer musim panas 2019, manajemen Man United fokus membenahi lini belakang dengan mendatangkan pemain berharga mahal.
(Maguire, bek termahal di dunia)
Sebut saja Aaron Wan-Bissaka yang digaet seharga 50 juta pounds dan Harry Maguire (80 juta pounds). Kehadiran dua pemain di atas membuat pertahanan Man United tampil kukuh, yang mana baru kemasukan delapan gol. Catatan kebobolan milik Man United hanya kalah dari Liverpool (6), Leicester City (7) dan Sheffield United (7).
BACA JUGA: Jeda Internasional Tiba, Man United Pecat Solskjaer?
Bahkan, Man United unggul dari Manchester City yang sudah kemasukan sembilan bola musim ini. Meski kuat dalam hal pertahanan, daya dobrak Man United terbilang memble. Terbukti dari delapan pertandingan, Man United baru mencetak sembilan gol. Jika dirata-rata, Marcus Rashford dan kawan-kawan hanya melesakkan 1,12 gol per laga.