MANCHESTER – Liverpool menjadi salah satu klub yang paling pasif dalam merekrut pemain di bursa transfer musim panas 2019. Tercatat, hanya ada tiga pemain anyar yang didatangkan Liverpool dan kesemuanya bukan nama besar, yakni Adrian, Sepp van den Berg, dan Harvey Elliott.
Padahal, jika dilihat dari segi kebutuhan, Liverpool sangat membutuhkan tambahan tenaga, utamanya di sektor penyerangan. Karena selain Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino, yang berstatus inti, The Reds hanya memiliki Xherdan Shaqiri dan Divock Origi sebagai pelapis.
Baca juga: Van Dijk Percaya Adrian Bisa Gantikan Peran Alisson yang Cedera
Menanggapi hal tersebut, legenda Man United, Gary Neville, menilai bahwa Liverpool sebenarnya mengalami kesulitan dalam mendatangkan penyerang berlabel bintang. Pasalnya, Mane, Salah, dan Firmino, adalah pemain-pemain yang sudah dipastikan tampil reguler.
Dengan kondisi seperti itu, maka siapapun penyerang baru yang hadir, hanya akan menjadi cadangan. Begitu pun sebaliknya. Menurut Neville, jika Liverpool ingin merekrut penyerang baru, maka mereka harus lebih dulu menjual salah satu dari Salah, Mane, atau Firmino. Akan tetapi, karena Jurgen Klopp masih ingin mengandalkan ketiga pemain tersebut, maka Liverpool pun tak merekrut penyerang anyar.
“Siapa yang akan datang sebagai penyerang di Liverpool? Jika Liverpool ingin menghabiskan 75 juta pounds untuk penyerang, maka tiga penyerang depan yang ada sekarang tidak akan senang duduk di bangku cadangan,” ujar Neville, mengutip dari Express, Senin (12/8/2019).
"Jadi, Anda harus segera melepaskan mereka dan pemain yang datang dengan harga 75 juta poundsterling tidak akan duduk di bangku cadangan. Anda punya sedikit masalah. Kami (Man United) sudah mengalaminya di akhir 2000-an, akhir 90-an, dengan (David) Beckham, (Paul) Scholes, (Roy) Keane, dan (Ryan) Giggs,” lanjut Neville.
"Mereka terlalu bagus, jadi siapa pun yang datang tidak akan pernah bisa masuk (ke starting XI). Anda tidak dapat menembus posisi keempat pemain itu. Jadi, ketika Veron direkrut, ia akan selalu gagal karena kenyataannya adalah: keempatnya selalu berada di sana,” pungkasnya.
(Fetra Hariandja)