SURABAYA - Kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra saat laga Persebaya Surabaya menjamu tamunya Madura United dikeluhkan oleh tim tuan rumah. Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menyatakan wasit merugikan tim Bajul Ijo. Hal ini ditandai dengan beberapa momen pelanggaran kepada pemainnya yang tak dianggap sebagai sebuah pelanggaran.
"Saya pikir sudah lihat semua, saya pikir kita banyak dirugikan keputusannya. Kepemimpinan wasit seperti tidak ada perbaikan," ujar pria yang akrab disapa coach Djanur, usai pertandingan pada Sabtu (10/8/2019).
Baca juga: Imbang 2-2 Lawan Madura United, Djadjang Nurdjaman Keluhkan Penampilan Skuad Persebaya
Di sisi lain pelatih Madura United Dejan Antonic tak banyak berkomentar mengenai kepemimpinan wasit asal Jawa Barat ini. Bahkan pelatih asal Serbia itu mengaku sudah terbiasa dengan ulah wasit yang kerap mengerjai timnya.
"Kalau penalti yang pertama 100% kena pemain Persebaya melanggar. Kalau yang kedua, saya tidak bisa melihat karena terhalang. Saya pribadi harus menanyakan kepada Rama (Andik Rendika Rama) apakah ada sentuhan. Selama ini wasit sering dijadikan alasan. Tapi inilah Indonesia kita harus terbiasa. Selamat datang di Indonesia kita harus berubah," tukas Dejan Antonic.
Dejan Antonic mengaku sering memberikan masukan kepada pemainnya dan pihak lainnya untuk memperhatikan kualitas wasit.
"Saya sebagai pelatih cuma bisa kasih masukan ke teman-teman dan pemain untuk urusan wasit ini," sambung pelatih berusia 50 tahun itu.
Sebagai informasi, beberapa kali pemain Persebaya melakukan protes lantaran kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang dianggap merugikan timnya. Puncaknya saat sebuah penetrasi di kotak penalti oleh Irfan Jaya dihentikan oleh Marckho Sandi Merauke menit 74
Namun bola yang terlepas dari jangkauan Irfan dianggap Oki bukan sebagai pelanggaran dan hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Madura United.
(Fetra Hariandja)