Selain lebih unggul dalam jumlah gol dan rasio per menit, Fabio Quagliarella juga lebih banyak mencetak brace alias dua gol dalam satu laga ketimbang Ronaldo. Pria bertinggi badan 182 sentimeter (cm) itu mencetak lima brace sementara Ronaldo hanya empat, meski keduanya sama-sama gagal mengemas hattrick di Liga Italia 2018-2019.
Walau gagal merebut gelar sebagai capocannoniere di musim perdananya, torehan 21 gol milik Cristiano Ronaldo sudah cukup bagus sebagai adaptasi dengan liga baru. Ia menempati urutan keempat penyerang tersubur di belakang Quagliarella, Duvan Zapata, dan Krzystof Piatek.
Prestasi Fabio Quagliarella tersebut seakan mengembalikan martabat striker-striker asal Italia yang dalam lima musim terakhir sulit menyandang status top skor. Ciro Immobile memang mengemas 29 gol musim lalu, tetapi berbagi status top skor bersama penyerang Inter Milan asal Argentina, Mauro Icardi.
(Fetra Hariandja)