"Foden spesial. Musim depan, ia harus bertarung dengan Fernandinho, dengan David (Silva), dengan Kevin De Bruyne, dengan Gundogan. Dia harus berlari untuk meyakinkan saya dia bisa bermain, tapi saya percaya kepadanya, saya sangat percaya. Ketika saya baru saja mendarat (di Manchester), Txiki (Begiristain, direktur sepakbola) mengatakan kepada saya, 'Anda harus bertemu dengan satu pemain, berusia 15 atau 16 tahun, Anda harus mengenalnya.’ Setelah datang ke sesi pelatihan, saya pun berkata, ‘Wow, Anda benar, Txiki. Pemain ini bagus,’” ujar Guardiola, sebagaimana dikutip dari Goal, Senin (22/4/2019).
"Tapi, saya tahu cara kerjanya sehingga dia masih harus berhati-hati. Performanya masih bisa turun dan kadang-kadang Anda harus menangani situasi itu. Tetapi, tak ada keraguan sedikit pun tentangnya. Setiap kali bermain, dia selalu tampil sesuai standar, dia berada di puncak, dia berada di level untuk menjadi pemain Man City,” lanjutnya.
Kini, Guardiola hanya berhadap performa Foden bisa terus meningkat sehingga ia bisa berbicara banyak sebagai pesepakbola. Menurutnya, sang pemain hanya perlu bersabar dan terus mengasah kemampuannya untuk menjadi bintang.
“Tidak mudah bermain melawan tim-tim besar seperti Tottenham atau Barcelona, (Real) Madrid. Tapi, dia mampu melakukan itu dan dia baru berusia 18 tahun. Itulah sebabnya saya sangat puas. Saya melihatnya setiap hari dalam sesi latihan. Dia memiliki sesuatu yang istimewa. Orang sepertinya sulit ditemukan. Sekarang dia harus lebih bersabar dan bekerja keras. Kami akan melihat berapa lama kariernya akan bertahan. Semoga dalam waktu yang lama,” tukasnya.
(Djanti Virantika)