5 Kunci Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 Juarai Piala AFF U-16 2018

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 12 Agustus 2018 14:07 WIB
Timnas Indonesia U-16 (Foto: PSSI)
Share :

SIDOARJO - Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 dalam menjuarai Piala AFF U-16 2018 pada Sabtu 11 Agustus 2018 malam WIB membuat hegemoni dan euforia bahagia bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun di balik hegemoni pesta juara ada beberapa taktik yang brilian dari Pelatih Fakhri Husaini dan jajaran staf kepelatihannya. Maka dari itu, Okezone akan membahas lima kunci keberhasilan Timnas Indonesia U-16 menjuarai ajang tersebut. Berikut lima kunci keberhasilan tersebut.

5. Punya Banyak Rencana

Timnas Indonesia U-16 tak hanya memiliki satu strategi dalam menghadapi gelaran Piala AFF U-16 ini tapi memiliki rencana B, C, hingga D, bila serangan buntu.

Mulai dari pergantian pemain di babak pertama yang awalnya terlihat membingungkan atau perubahan gaya permainan dari bola-bola atas menjadi umpan-umpan pendek.

Di laga melawan Timnas Timor Leste U-16 misalnya, kesulitan mencetak gol meski mendominasi permainan Fakhri mencoba melakukan pergantian dua pemain di babak pertama.

Mengawali babak kedua, Fakhri mengubah gaya umpan silang anak asuhnya. Jika di babak pertama serangan umpan silang lambung kandas lantaran bek Timor Leste berpostur tinggi, di babak kedua ia merubah dengan meminta anak asuhnya mengirimkan umpan silang rendah.

Hasilnya terbukti gol pertama oleh Bagus dan ketiga yang dicetak Zico berawal dari umpan silang datar Salman Farid dan Bagus yang tampil sebagai penyerang sayap kanan.

"Babak kedua sedikit ada perubahan taktik dari umpan silang lambung menjadi datar dan rotasi pergantian pemain. Hasilnya dua gol diawali dari sana (umpan silang datar)," terang pelatih kelahiran Lhokseumawe ini.

4. Pemain Multifungsi

Selain kedalaman skuad, Timnas Indonesia U-16 memiliki beberapa pemain yang bisa bermain lebih dari satu posisi. Bagus Kahfi misalnya, awalnya ia merupakan penyerang sayap.

Namun di laga kedua fase grup kedua Fakhri coba mainkan Bagus sebagai penyerang tengah, hasilnya terbukti ia bisa memperoleh gelar top skorer dengan 12 golnya.

Vedahayanto yang berposisi sebagai stopper bisa bermain di gelandang bertahan kala bersua Timor Leste. Sementara Brylian yang diplot sebagai gelandang bertahan bisa bermain di posisi gelandang serang.

"Kami memilih pemain di tim ini, salah satu syaratnya harus bisa bermain di lebih dari satu posisi. Tentu itu menguntungkan saya. Dan jujur saya punya banyak pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi, kecuali kiper," ungkap Fakhri, usai laga melawan Kamboja.

3. Pelapis Sepadan

Kejelian Pelatih Fakhri Husaini dalam memilih pemain terbukti dari kedalaman skuad Timnas Indonesia U-16.Dari 26 pemain yang dibawa ke Piala AFF U-16, hampir semua pemain pernah pernah merasakan menit bermain. Barangkali hanya posisi penjaga gawang yang tak berubah-ubah.

Di laga lawan Timor Leste di fase grup A, masuknya Sutan Zico menggantikan Yadi Mulyadi berbuah manis. Mengawali dari bangku cadangan Zico berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Sebelumnya Yadi Mulyadi yang menjadi pelapis Supriadi juga menjadi aktor gol pertama Bagus menit ke-49.

Di laga melawan Malaysia di semifinal misalnya, Fakhri sengaja memasukkan Hamsa Medari Lestaluhu dengan tipikal pembagi bola menggantikan Andre yang lebih bertipe bertahan.

"Saya punya beberapa pemain kunci dan pemain cadangan. Ketika mereka (pemain cadangan) masuk bisa mengubah permainan, Hamsa salah satunya," ungkap Pelatih Fakhri Husaini usai melawan Malaysia.

Keberhasilan juara pun diakui Fakhri berkat kedalaman skuad yang bagus. Menurutnya, ia bangga dengan apa yang dilakukan oleh pemain baik yang bermain sebagai tim utama, tim cadangan, maupun yang belum bermain.

"Saya bangga dengan apa yang diperlihatkan semua pemain tidak hanya Nando (penjaga gawang Ernando) tapi juga semua pemain," ujar Fakhri usai laga final.

2. Lini Tengah Solid

Timnas Indonesia U-16 memang menerapkan pola 4-3-3 saat awal laga maupun menyerang. Namun pola 4-3-3 itu bisa bertransformasi menjadi 4-2-3-1 bila kehilangan bola.

Trio lini tengah Andre Oktaviansyah di kiri, Brylian Dwiki Aldama di tengah, dan David Maulana di kanan akan bertransformasi.

Andre Oktaviansyah tukang 'angkut air' yang menghubungkan bola dari belakang ke depan berdiri sejajar dengan Brylian yang berperan sebagai gelandang perusak.

Sementara David yang berperan sebagai pembagi bola menjadi gelndang serang diapit oleh Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur. Alhasil dalam posisi diserang lini tengah Timnas Indonesia U-16 cukup solid karena menumpuk 5 gelandang di tengah.

Formasi ini akan dengan cepat bertransformasi kembali menjadi 4-3-3 saat Timnas Indonesia U-16 memegang penguasaan bola.

Aliran bola dari lini belakang ke depan pun cukup bagus karena peran Brylian, Andre, dan David yang bisa sebagai pemutus serangan sekaligus pengalir serangan.

1. Bertumpu Pada Sayap

Pelatih Fakhri Husaini menerapkan strategi 4-3-3 di setiap pertandingannya. Di lini tengah Fakhri menempatkan satu gelandang bertahan bertipikal perusak yang ada di diri Brylian Dwiki, sementara dua gelandang lainnya ditempatkan sedikit melebar.

Di sisi penyerang sayap, Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur di sisi kanan menjadi tumpuan serangan Timnas Indonesia U-16. Di sisi bek sayap Yudha Febrian di kiri dan Bagas Kaffa di kanan, juga menjadi jaminan serangan dari sayap.

Tercatat beberapa kali serangan Timnas Indonesia U-16 banyak diawali dari pergerakan pemain yang melebar memanfaatkan sisi lebar lapangan.

Belum lagi overlap yang dilakukan kedua bek sayap menjadi tambahan kekuatan serangan Timsedonesia U-16. Hal ini terbukti di sepanjang turnamen, nama Bagas Kaffa dan Yudha Febrian menjadi penyumbang assist meski posisinya di lini belakang.

Di laga semifinal melawan Timnas Malaysia U-16, penalti yang dihasilkan juga merupakan buah dari penetrasi di sisi sayap. Dimana Supriadi yang bertukar posisi di sisi kanan memaksa penjaga gawang Abdul Alim Al Amri Ali untuk menjatuhkannya.

(Bagas Abdiel)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya