1. Bertumpu Pada Sayap
Pelatih Fakhri Husaini menerapkan strategi 4-3-3 di setiap pertandingannya. Di lini tengah Fakhri menempatkan satu gelandang bertahan bertipikal perusak yang ada di diri Brylian Dwiki, sementara dua gelandang lainnya ditempatkan sedikit melebar.
Di sisi penyerang sayap, Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur di sisi kanan menjadi tumpuan serangan Timnas Indonesia U-16. Di sisi bek sayap Yudha Febrian di kiri dan Bagas Kaffa di kanan, juga menjadi jaminan serangan dari sayap.
Tercatat beberapa kali serangan Timnas Indonesia U-16 banyak diawali dari pergerakan pemain yang melebar memanfaatkan sisi lebar lapangan.
Belum lagi overlap yang dilakukan kedua bek sayap menjadi tambahan kekuatan serangan Timsedonesia U-16. Hal ini terbukti di sepanjang turnamen, nama Bagas Kaffa dan Yudha Febrian menjadi penyumbang assist meski posisinya di lini belakang.
Di laga semifinal melawan Timnas Malaysia U-16, penalti yang dihasilkan juga merupakan buah dari penetrasi di sisi sayap. Dimana Supriadi yang bertukar posisi di sisi kanan memaksa penjaga gawang Abdul Alim Al Amri Ali untuk menjatuhkannya.
(Bagas Abdiel)