"Kita tempatkan empat bek sejajar. Beberapa kali kerap gagal menjaga pergerakan tanpa bola lawan. Ini yang harus kita benahi," tegasnya.
(Foto: PSSI)
Beruntung menurut Fakhri, kesalahan-kesalahan lini belakang dapat diminimalisir di babak kedua, sehingga peluang Myanmar menembus kotak penalti Timnas Indonesia U-16 berkurang.
"Babak pertama kita akui bek kita kewalahan, babak kedua sudah kita atasi dan akhirnya berhasil," pungkasnya.
(Ramdani Bur)