Selain itu gol pertamanya yang dicetak pada menit 64 juga mendapat penilaian lebih dari para pengamat pada laga itu. Gol kedua untuk Madrid itu dicetak pemain berusia 28 tahun tersebut dilakukan secara akrobatik lewat tendangan salto.
“Para pengamat memilih Bale karena permainannya berubah dari bangku cadangan, dan gol akrobatiknya yang luar biasa menempatkan timnya berada di depan,” ungkap Bale, mengutip dari laman resmi UEFA, Senin (28/5/2018).
Keberhasilan Bale menjadi man of the match, membuat namanya tercatat di daftar pemain terbaik bersama dua rekan sebelumnya pada 2016 dan 2017. Pada saat itu, Sergio Ramos (2016) dan Cristiano Ronaldo (2017) meraih gelar man of the match.
(Fetra Hariandja)