Kekalahan di Final Liga Champions 2017-2018 Jadi Titik Balik Kejayaan Liverpool

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 02:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 261 2251266 kekalahan-di-final-liga-champions-2017-2018-jadi-titik-balik-kejayaan-liverpool-gK1RNJYybY.jpg Liverpool Juara Liga Inggris 2019-2020 (Foto: Twitter/@LFC)

LIVERPOOL – Bek sayap Liverpool, Trent Alexander-Arnold, menyebut kekalahan The Reds –julukan Liverpool– di final Liga Champions 2017-2018 telah memberi pelajaran penting. Ia menilai kekalahan dari Real Madrid saat itu menjadi titik balik timnya untuk berjaya pada saat ini.

Pada laga yang berlangsung di NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina tersebut, Liverpool menyerah dari Madrid. Mereka gagal mengamankan gelar Liga Champions setelah takluk dengan skor 1-3.

Liverpool

Kekalahan tersebut jelas memberi pelajaran berarti bagi Liverpool. Sebab hanya berselang satu tahun, Liverpool mampu bangkit dan membayar kegagalannya di Liga Champions 2018-2019. Pada musim tersebut, Liverpool akhirnya tampil sebagai juara Liga Champions.

Sejak saat itu pula, Liverpool langsung memenangkan berbagai trofi seperti Piala Super Eropa, Piala Dunia Klub, dan terakhir Liga Inggris 2019-2020. Berkat prestasi apik tersebut, Alexander-Arnold pun telah merefleksikan bagaimana awal mula Liverpool bisa mencapaia titik pada saat ini.

Baca juga Juara Liga Inggris 2019-2020, Van Dijk Puji Mentalitas Liverpool

“Bagi kami, titik baliknya mungkin adalah Kiev. Saat itulah kami beralih dari tim naïf ke tim yang tahu bagaimana tepatnya memenangkan pertandingan,” ungkap Alexander-Arnold, mengutip dari Goal, Jumat (24/7/2020).

“Jadi saya pikir di Kiev, itu yang mengajari kami cara memenangkan pertandingan. Kami semua berjalan menjauh dari itu menuju musim depan dengan mempelajari pelajaran terbaik yang kami bisa,” tambah pemain berusia 21 tahun tersebut.

“Kami semua membutuhkan kekalahan itu, yang merupakan sesuatu yang terjadi setiap saat. Anda perlu membuat kesalahan untuk mempelajari apa yang perlu Anda tingkatkan,” lanjutnya.

Pada laga final kontra Madrid, Liverpool memang harus gigit jari karena gagal menunjukkan performa terbaik. Meski sempat mengimbangi Madrid dengan skor 1-1, Liverpool akhirnya menyerah dengan skor 1-3.

Liverpool

“Itu adalah malam terburuk dalam hidup kami, tetapi melihat ke belakang, itu adalah pelajaran terbaik yang bisa kami miliki bahwa kami pernah belajar,” sambung pemain berpaspor Inggris tersebut.

“Itulah yang membuat kami berada di jalur yang sama dengan saat ini. Jadi selama dua tahun terakhir, memenangkan begitu banyak pertandingan dan trofi semuanya tergantung pada satu pertandingan itu dan belajar bagaimana menang,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini