PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, khawatir dengan keselamatan pemain-pemain Timnas Putri Iran usai tampil di Piala Asia Wanita 2026. Ia mendesak agar Pemerintah Australia memberikan suaka politik!
Timnas Putri Iran mengakhiri perjalanannya di Piala Asia Wanita 2026 usai kalah 0-2 dari Timnas Putri Filipina di laga terakhir fase grup. Mereka finis di posisi juru kunci Grup A dengan 0 poin.

Lantas mengapa Trump khawatir dengan pemain Timnas Putri Iran? Sana Sadeghi dan kawan-kawan diketahui sempat menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum melakoni laga pertama kontra Timnas Putri Korea Selatan.
Aksi mereka itu langsung dianggap sebagai pengkhianatan terhadap negara. Sebab, di waktu bersamaan, Iran sedang terlibat pertempuran melawan Israel dan AS.
Keselamatan mereka saat kembali ke Teheran pun jadi perhatian luas. Para pemain bukan tidak mungkin akan mendapat sanksi berat. Trump mendesak Australia untuk segera memberikan perlindungan.
“Pemerintah Australia membuat kesalahan kemanusiaan yang buruk dengan mengizinkan pemain-pemain Timnas Putri Iran dipaksa kembali ke negaranya, di mana mereka kemungkinan akan dibunuh,” cuit Trump lewat akun X @realDonaldTrump, dikutip Selasa (10/3/2026).